pku.unida.gontor.ac.id-Selesainya Perhelatan Akhir Tahun INSISTS kemarin malam, tandai pula berakhirnya rangkaian Workshop PKU 2019. Acara dibuka dengan sambutan Dr. Henri Shalahuddin, Direktur Eksekutif yang akan segera meninggalkan INSISTS ke Turki. Beliau menekankan posisi INSISTS sebagai lembaga riset dengan visi dakwah, yang merupakan milik bersama umat, dan harus tetap setia pada kebenaran.

Sambutan berikutnya diberikan Direktur baru INSISTS, al-Ustadz Asep Sobari Lc, yang memantik kembali audiens terkait narasi peradaban Islam yang harapannya akan dihidupkan oleh INSISTS. Beliau menyitir sebuah ayat dalam Al-Qur’an sebagai ‘bocoran’ program INSISTS kedepan : QS Saba 15-17. Allah menjelaskan kunci jatuh dan bangunnya peradaban Saba, yaitu dengan bersyukur. Syukur artinya adalah kemampuan mengoptimalkan segala potensi yang ada, sesuai dengan posisinya masing-masih. INSISTS memiliki orang-orang dengan kelebihan masin-masing. Maka menjadi tanggung jawab INSISTS adalah mengoptimalkan apa yang ada bagi yang terbaik dan tidak kufur nikmat.

Acara ditutup dengan pidato akhir tahun oleh Direktur Utama INSISTS sekaligus pembina PKU , Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi Hingga pukul 22.00 lebih, beliau memukau para hadirin dengan paparannya mengenai Peradaban Islam, pondasi-pondasinya (ilmu, iman, amal), berbagai permasalahan yang menderanya, dan strategi-strategi yang diperlukan dalam membangun peradaban Islam kembali.

Hadirin yang berjumlah ratusan, hingga membuat tim PKU lesehan di lantai, bertahan hingga acara selesai. Padahal, sebagian besar peserta datang mulai dari pagi jam 08.00 mengikuti simposium nasional di tempat yg sama. Maklum, karena Pidato Akhir Tahun INSISTS adalah even rutinan yang ditunggu-tunggu sebagai sarana refleksi kondisi keumatan satu tahun sebelumnya.

Semoga yang sedikit datang, termasuk rekan-rekan PKU, dapat menjadi pembawa cahaya ilmu untuk umat nantinya. Seperti yang Hasib Amrullah, M.Ud sampaikan dalam puisi penutup perhelatan :

“Tahun-tahun berlalu memang
manusia silih berganti datang dan pergi
namun perjuangan membangun hidup tetap sama
yang dikejar manusia tak berbeda
Yang mendatangkan rasa senang dan sedih berputar pada lingkaran itu itu saja

ada yang abadi pada hidup kita
meskipun ada yang fana dan sementara juga
banyak yang mengejar dengan seluruh waktu
Mengorbankan umur dan tenaga
pada sesuatu yang akhirnya ditinggalkanya
Ada yang memantapkan jejak langkahnya
untuk yang abadi dan bertahan selamanya
namun jumlahnya tak seberapa

dari yang tak seberapa itu
salah satunya berkumpul disini
pada ruang gedungnya yang sederhana
INSISTS jakarta dengan Commited to the Truth sebagai semboyannya!”

Rep : Arif Setya Basuki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.