Penulis Berita: Riani Asyifa/ Perserta PKU Angkatan 15

PKU UNIDA Gontor – Rabu (18/08), Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) bersama Minbar Al-Aqsa Association mengadakan pelatihan internasional “Daurah Nuruddin Zanki hari ke-5” bertemakan “Strategi Zionis dalam Yahudisasi Masjid al-Aqsha.” Materi ini disampain oleh Syekh Nasser Isa Al Hadmi (Ketua Komite Anti Yudaisasi Yerussalem) dan dimoderatori oleh Al-Ustadz Yoke Suryadarma, M.Pd.I. Moderator membuka acara dengan menyampaikan bahwa kehadiran kita dalam daurah ini adalah salah satu jihad untuk menjaga Al-Quds. Karena barang siapa yang mengucapkan La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah mempunyai kewajiban untuk menjaga tanah ini. Karena tanah ini merupakan wakaf dari khalifah Umar ibn Khattab. Keinginan kuat dari semua muslim merupakan awal dari cita-cita Palestina untuk bebas atau meredeka.

Peserta Daurah Nuruddin Zanki sangat antusias menghadiri acara tersebut. Hal ini bisa dilihat dari data peserta yang telah menghadiri acara tersebut sebanyak 238 peserta. Di antaranya adalah 46 peserta dari Program Kaderisasi Ulama UNIDA Gontor, 167 mahasiswa UNIDA Gontor yang terdiri dari program studi Pendidikan Bahasa Arab dan Humaniora dan 25 peserta online. Para peserta sangat bersemangat dalam mengikuti daurah pada siang ini, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta daurah setidaknya ada delapan pertanyaan.

Di hari kelima, Syekh Nasser Isa Al Hadmi menyampaikan bahwa Yahudisasi yang dilakukan Zionis terhadap Palestina  terus dilakukan dengan berbagai cara. Akan tetapi hal ini tidak akan pernah terjadi. Kecuali mereka menguasai seluruh penduduk Aqsa. Yahudi sadar bahwa Masjid al-Aqsha tidak bisa ditaklukan sebelum mereka menaklukkan rakyat Palestina sehingga mereka selalu melakukkan berbagai upaya untuk membuat rakyat Palestina tidak betah di negaranya sendiri.

Yang sangat menyedihkan, hampir semua lini dan daerah Masjid al-Aqsha sudah dikuasai oleh Zionis. Taurat saat ini telah dibacakan oleh Zionis di halaman sekitar Masjid al-Aqsha. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan ritual keagamaan di sekitar Masjid al-Aqsha. Bukti kezaliman Israel yaitu ketika Sholat Ied kemarin, umat muslim disana dilempar gas air mata. Sholat tarawih di bulan Ramadhan dilempar gas dan bom. Semua ini dilakukan untuk mengusir warga Palestina dari area Masjid al-Aqsha. Ini adalah fakta dan kita harus terus membuat berita ini dan terus mengangkat kasus ini sehingga dunia bisa bersuara setidaknya mereka yang memiliki hati nurani akan mengambil peran dalam membela Masjidil Aqsa dan rakyat Palestina.” Tegas beliau”

Salah satu alasan Yahudi menjajah dan menghancurkan Al-Quds adalah asumsi bahwa di bawah Masjid al-Aqsha terdapat solomon temple atau haikal sulaiman. Hal inilah yang menyebabkan penggalian-penggalian di bawah Masjidil Aqsa dan setelah melihat langsung tidak menemukan adanya bukti bahwa perkataan tersebut benar, hal itu hanyalah sebuah asumsi belaka.

Di akhir penyampaian materinya Syekh Nasser Isa Al Hadmi berpesan kepada umat Islam agar ikut andil dalam kemerdekaan Al-Quds “Janganlah jadi generasi yang lemah, karena sesungguhnya kalian bisa menjadi yang kuat”. Kemudian beliau mengatakan: “Saya melihat Aqsa dari jendela rumah saya tetapi saya tidak bisa pergi kesana”.(Editor: Rizky, Rofiqi)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.