pku.unida.gontor.ac.id- Pada hari Kamis, 18 Juli 2019 Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menghadiri acara Rapat Terbuka Senat Universitas Darusalam Gontor dalam Rangka Wisuda Sarjana Angkatan ke-33 dan Pascarasarjana Angkatan ke-13 di BPPM Gontor, Ponorogo. Acara tersebut, dihadiri juga oleh  Rektor Universitas Darussalam Gontor, Pimpinan Pondok Modern Darusalam Gontor, beberapa tamu undangan baik negeri maupun luar negeri, Guru-guru senior, dan seluruh Mahasiswa Unida.  Dalam acara ini, K.H Hasan Abdullah Sahal menyampaikan pesan kepada seluruh umat Islam, khususnya para Wisudawan/ti agar tidak terkecoh dengan ilmu dan puji-pujian kanan- kiri.

لا تكن مغرورا بعلمك  

Di zaman yang selalu berkembang dan meningkat ini, problematika umat Islam semakin bertambah dan sangat polemik. Hukum syari’at dicampur-adukan, penafsiran al-Qur’an  dan al-Hadist yang tidak tepat serta penyelesaian permasalahan umat  yang sebenarnya justru membelokkan. Semua itu mengakibatkan kerusakan dalam tatanan kehidupan manusia di muka bumi ini.

Kejadian tersebut bisa dilihat dari kecakapan seseorang dalam berilmu. Jika, ia kurang akan Ilmu pengetahuan, maka akan memunculkan ketimpangan dalam memberikan solusi dari sumber yang kurang akurat sehingga muncul beragamnya pandangan dari umat muslim. Suatu saat, akan ada banyak  kejadian imam ditinggal oleh ma’mum, guru di tinggal oleh muridnya, pemimpin ditingal oleh rakyatnya. Penyebabnya adalah kurangnya pemahaman umat dalam sebuah ilmu.

Salahsatu yang bisa menanggulangi masalah ini adalah pesantren. Pesantrenlah garda utama Islam. Yang tidak hanya mengajari ilmu agama saja, namun ilmu-ilmu umum. Belajar di pesantren itu sesuatu yang abadi, Islam, ilmu pengetahuan dan tekonologi itu abadi. Jangan sampai yang sudah diabadikan terobrak-abrik oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan, ada lima hal nilai-nilai kehidupan yang abadi yaitu: Pertama, Islam. Islam sampai hari kiamat tidak akan pernah hilang, tapi Islam sendiri bisa hilang di suatu negera atau daerah, tergantung manusianya. Kedua, al-Qur’an Al Karim, semenjak diturunkannya sampai sekarang tidak mengalami perubahan. Ketiga, Syari’at, dari pembentukan hukum-hukumnya yang telah disepakati tidak akan pernah hilang. Keempat, Bahasa Arab, Al-Qur’an berbahasa arab jadi karena bahasanya sama seperti alquarna maka tidak akan hilang. Kelima, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, ia akan terus berkembang sampai hari kiamat. Dari kelima inilah, semua ada di pesantren, di mana pesantren dijadikan garda utama umat Islam.

Di pondok pesantren kita diajari membentuk miliu, miliu yang positif. Aktivitas kegiatan santri didalamnya mengandung unsur-unsur pendidikan. Nilai-nilai Islam ditanamkan dalam jiwa santri. Santri diajari menghormati dan saling memberi give,give,give satu sama lain.

Ilmu tidak akan pernah hilang dimuka bumi, akan tetapi ulama’ yang akan diambil. Seperti yang dikatakan dalam al-Hadist:

إِنَّ اللَّهَ لا يَنْزِعُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا أَيْ يَنْتَزِعُهُ مِنْ صُدُورِ النَّاسِ  وَلَكِنْ يَنْزِعُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمٌ  اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالا  فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا .

Pesan beliau kepada umat Islam, agar jangan berputus asa dalam menuntut ilmu, jangan berhenti sampai disini, mumpung masih muda-Syababaka qobla haromika-. Kalau ada yang meninggal dalam menuntut ilmu, maka ia mati syahid.[]

Penulis: Rahmat Ardi Nur Rifa Da’i

Penyunting: Achmad Reza Hutama

Santri diajari menghormati dan saling memberi give,give,give satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.