pku.unida.gontor.ac.id Ponorogo – Kamis (19/11) Program Kaderisasi Ulama (PKU) UNIDA Gontor angkatan ke-14 tahun 2020 adakan Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam bekerjasama dengan Program Studi Radiologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Acara dimulai pada pukul 08.17 dan berakhir pada pukul 10.23 WIB. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seminar perdana yang bertepatan dengan Milad Muhammadiyah ke-108 ini berlangsung secara daring demi keamanan dari Covid-19. Namun meskipun hanya melalui Zoom, tidak menyurutkan antusias para peserta yang turut serta. Terhitung sejumlah 314 peserta mengikuti acara dengan tertib.

“Kegiaatan ini adalah yang kedua diadakan bersama Program Studi Radiologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Acara yang sangat baik sebagai ajang belajar dan berdakwah bagi para mahasiswa guna menghadapi masyarakat yang tersentuh ideologi barat. Juga bagi penerapan nilai-nilai Islam berkemajuan. Mengingat setidaknya ada tantangan internal dan eksternal yang harus dihadapi. Masalah internal seperti adanya kelesuan pemikiran yang menyebabkan ekstrimisme, dan masalah eksternal berasal dari dunia luar dengan beragam isme-isme yang akan merusak islam.” Tutur Asih Puji Utami, S.K.M., M.Kes. selaku kaprodi Radiologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta dalam sambutannya.

Beliau melanjutkan, “Dengan ini maka perlu adanya Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam guna menambah wawasan akademik berkenaan tantangan pemikiran Barat. Sehingga moment ini harus dimanfaatkan dengan baik dan diikuti sampai selesai. Dan semoga acara hari ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi kita semua.” Kemudian, sambutan sekaligus prolog dari PKU UNIDA Gontor disampaikan oleh al-Ustadz Anton Ismunanto, M.Pd. Selaku ketua Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara dan Alumni PKU Angkatan ke-07

Adapun agenda inti seminar berjalan lancar. Ketiga pemateri diantaranya: Ustadz Nida Husna Abdul Malik, S.Ag. (Problem Kejiwaan pada Masyarakat Modern); Ustadz Achmad Resa, S.Ag. (Problem Baik dan Buruk dalam Perspektif Humanisme); Ustadzah Novita Kusumadewi, S.Pd. (Problematika Schooling Society dalam Wacana Pendidikan Kontemporer), dan dimoderatori Ustadz M. Alif Rahmadi.

Antusias peserta seminar bisa terlihat pada saat sesi tanya jawab berlangsung. Ada sekitar sebelas pertanyaan masuk namun akhirnya hanya empat pertanyaan saja yang terpilih.

Setelah itu, epilog disampaikan juga oleh al-Ustadz Anton Ismunanto, M.Pd., mengatakan bahwa, “Tadi ada beberapa pertanyaan yang bagus, namun belum dapat terjawab semuanya karena dengan metode daring ini meniscayakan keterbatasan penyampaian materi, ruang dan waktu.”

Berkaitan dengan materi, Al-Ustadz Anton menjelaskan  bahwa, “Semua agama selain Islam sudah runtuh di hadapan Barat. Ini berbeda dengan Islam yang ajarannya tidak terhalang ruang dan waktu. Sehingga jika dikaitkan dengan esensi jiwa, nilainya tidak akan berubah-ubah. Islam adalah agama yang bersumber dari wahyu dan sunnah. Jika kita menggunakan nalar Barat maka selamanya akan berangkat dari nalar manusia. Islam sebaliknya, ada wahyu yang tidak bisa dilepaskan. Peradaban Barat yang canggih seperti itu menimbulkan berbagai masalah yang fundamental; yang lebih banyak berimplikasi pada perilaku. Sehingga dalam hal ini hati, jiwa, ruh, dan akal adalah unsur yang saling melengkapi bagi pembentuk tingkah laku manusia yang baik.”

Seminar tahun kedua bersama Program Studi Radiologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta berjalan dengan cukup lancar dan berkesan positif. Dalam jumlah yang sangat banyak, meskipun daring, peserta mampu dengan tenang menaati tata tertib yang berlaku dari awal hingga akhir acara.

Rep.
Apriyanti Kartika Agustin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.