Kini Namamu tak terdengar di penjuru Negeri
Namun, karyamu akan tetap abadi.
Berharap sosok sepertimu di kemudian hari
Agar kelak, dapat benahi ketimpangan di sana sini

Duka mendalam mewarnai seluruh warga negara Indonesia, Rabu, 11 September 2019. Adalah Prof. Dr. Ing H. Bachruddin Jusuf Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia ini telah kembali ke haribaan Allah SWT di usia 83 tahun. Beliau wafat di RSPAD Gatot Subroto pada pukul 18.05 WIB setelah menjalani perawatan sejak 1 September lalu.

Menurut putra almarhum, Thareq Kemal bahwa ayahnya wafat karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung. Beliau menghembuskan napas terakhir setelah dirawat intensif selama 11 hari.

BJ Habibie merupakan salah satu sosok yang sangat dikagumi oleh masyarakat Indonesia, karena kecerdasan dan karya-karyanya banyak menginspirasi anak-anak muda Indonesia. Pria kelahiran Pare-Pare ini pernah mengenyam pendidikan di SMAK Dago Bandung, kemudian melanjutkan studinya di Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1954. Karena belum merasa puas atas ilmu yang telah dia peroleh, ia melanjutkan studinya di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (RWTH), Aachen, Jerman.

Selama studi, ia memiliki prestasi yang gemilang, hingga ketika kembalinya ke Indonesia ia bisa menduduki sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 1978-1998. Lalu memimpin proyek pesawat N250 Gatot Kaca.
Kecerdasan Habibie di dunia penerbangan dibuktikan dengan keberhasilannya membuat pesawat terbang pertama buatan Indonesia, N250 Gatot Kaca. Pesawat yang sudah didesain apik ini mampu terbang tanpa mengalami oleng berlebihan, atau istilah penerbangannya dutch roll.

Selain diberikan amanat untuk memimpin Proyek Pesawat N250 Gatot Kaca, Pada tahun 1998 ia menjadi wakil Presiden membersamai presiden Soeharto ketika itu. Lalu diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia.
Dari kisahnya BJ Habibie menunjukkan bahwa ia merupakan seorang yang memiliki jiwa nasionalisme dan cinta tanah air yang sangat tinggi. Hal ini terlihat, walau BJ Habibie mengenyam pendidikan dan sempat bekerja di luar negeri, namun ia tetap tidak melupakan tanah kelahirannya Indonesia. Bahkan ia rela melepaskan karier bagusnya di luar negeri hanya untuk membangun Indonesia agar lebih maju dan berkembang.

Jiwa inilah yang seharusnya diaplikasikan oleh anak-anak muda Indonesia yang memiliki prestasi gemilang, khususnya di kancah internasional agar tidak melupakan tanah kelahiran yang sudah membesarkannya. Indonesia harus menjadi prioritas untuk dibenahi guna menjadi bangsa yang adil dan bermartabat. Kini, tinggallah nama BJ Habibie yang tersisa, tetapi karya-karya besar yang telah ia ciptakan tetap menjadi kenangan bagi bangsa ini. ia adalah sosok pahlawan yang cerdas hingga menjadi influencer bagi Indonesia, bahkan dunia.

Kini guru kami telah kembali kepada sang pencipta. Saatnya generasi penerus melanjutkan tongkat estafet. Meski BJ Habibie telah wafat, namun beliau akan tetap hidup dalam memori masyarkat Indonesia. Karya dan petuah beliau akan tetap ada hingga masa tak tentu akhirnya.
Selamat Jalan Bapak BJ Habibie, Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafan bapak dunia, dan diberikan tempat terbaik di SurgaNya. Amin….

Ada hal yang menarik dari sosok BJ Habibie jika dikaitkan dengan salah satu lembaga pendidikan Islam yang ada di Jawa Timur. Gontor Namanya.

Mantan Presiden RI Ke-3 ini pernah menginjakkan kakinya di Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1994. Saat itu beliau menghadiri hajatan besar Gontor yaitu Kongres I Jaringan Informasi Pengkajian Islam.

Ketika kunjungan ke Gontor, beliau masih menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi. Dalam kondisi yang masih sehat, beliau diajak keliling oleh Pimpinan PM. Gontor, K.H. Abdulllah Syukri Zarkasyi untuk meninjau perkembangan Pondok.

Beliau menyimpan kesan yang dalam setelah berkunjung ke Gontor, bahkan Presiden Indonesia sebelumnya pun juga merasakan demikian, seperti Ir. Soekarno dan Jend. Besar TNI Purn. H. M. Soeharto.

Tidak hanya dikunjungi oleh mereka, PM. Gontor sudah pernah dikunjungi oleh semua presiden negara ini seperti Megawati Soekarnoputri, K.H. Abdurrahman Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.

* Ach. Fuad Fahmi
Ed. admin pku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.