pku.unida.gontor.ac.id-Pada hari  Selasa (10/12/19) bertolak dari masjid UMY, 9 peserta PKU dan 2 pembimbing dan 1 staf meneruskan safari dakwahnya ke perpustakaan Baitul Hikmah, Masjid UGM. Perpustakaan dengan 700 anggota ini ternyata memiliki hubungan erat dengan Arif Setya Basuki, salah satu peserta PKU angkatan 13. Sambil nostalgia dan menyambung silahturahmi, penanggung jawab perpustakaan Baitul Hikmah menyambut dengan hangat para anggota keluarga PKU yang akan menyemarakan Diskusi pemikiran dan peradaban Islam.
Pukul 16:35 acara dimulai dan dipimpin oleh saudara Hafizh Aminullah. Meski acara dimulai agak telat namun, sambutan dari Mas Rakhman Satrio W, selaku Kepala Perpustakaan Baitul Hikmah, berhasil menyulut kembali kobaran semangat peserta diskusi. Kemudian dilanjut dengan sambutan dari pembimbing PKU XIII Ustadz Yongki Sutoyo, S.T.

Pemaparan materi diskusi pertama disampaikan oleh saudara Arif Setya Basuki dengan judul “Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) Konsep dan Kritik”. Pemateri yang biasa disapa dengan panggilan mas Arif ini menyampaikan, bahwa worldview Barat yang tidak mengandung konsep Tuhan, menjadikan orientasi konsep pembangunan terbatas pada peningkatan jumlah pendapatan atau pertumbuhan ekonomi saja. Dan hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan konsep pembangunan dalam perspektif Islam. Dimana Islam mengenalkan konsep pembangunan dengan orientasi
keteraturan atau keadilan alam (fitrah).

Kemudian pemateri diskusi kedua disampaikan oleh saudara Fachri Khoerudin dengan judul ” Tradisi Kritik dalam Penetapan Hadist”. Pemateri yang mengidentifikasikan dirinya sebagai detektif ini menyampaikan bahwa tradisi kritik dalam penetapan kesahihan hadis memiliki andil yang sangat besar untuk menjaga hadis agar tetap autentik. Usaha ulama dalam menyeleksi hadis-hadis, bukan tanpa landasan keilmuan yang jelas. Ada seperangkat ilmu yang menjadi acuan dalam melakukan kritik, sehingga bisa menjadi metodologi tersendiri dalam penelitan hadis. Oleh karena itu tanpa adanya tradisi kritik, keotentikan hadis tidak akan pernah terjaga sampai masa sekarang.
Walau sempat hujan deras mengguyur kompleks masjid UGM hingga listrik padam, hal ini tidak menyurutkan semangat para pengunjung perpustakaan Baitul Hikmah, UGM untuk tetap hikmat menyimak pemaparan materi. Kegelapan dan minimnya pencahyaan dari flash light handphone menjadi saksi bisu berjalannya diskusi, pertanyaan dan tanggapan terus disampaikan dan diutarakan. Hingga adzan Maghrib berkumandang, diskusi ditutup dengan pembacaan doa.
Semoga dari silahturahmi antara keluarga PKU dengan keluarga perpustakaan Baitul Hikmah ini, kelak melahirkan intelektual, peneliti, penulis, dan orang-orang bijaksana yang senantiasa mensyukuri nikmat dari Allah.

 

Rep.
Syekha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.