pku.unida.gontor.ac.id- Acara Pengajian peserta PKU bersama ibu-ibu, dilaksanakan pada hari rabu (4/9/19) malam hari pukul 19.00 WIB, bertempat di Desa Sawuh, Ponorogo.
Walaupun jalanan desa minim pencahayaan, jalan penuh bebatuan, hal ini tidak menyurutkan semangat rombongan perserta PKU untuk berbagi ditengah-tengah 30 orang ibu-ibu yang bersemangat memijarkan cahaya Islam.
Pengajian kali ini dilaksanakan di salahsatu kediaman warga bernama Ibu Soni dengan tema “Khusyu’ dalam Shalat”.

Dalam pengajian malam tersebut Ayu Arba Zaman, si bungsu anggota PKU putri menyampaikan bahwa khusyuk merupakan salahsatu usaha seorang hamba untuk mengenal dan memahami Tuhan-Nya.

“Khusyu dalam ibadah kedudukannya seperti ruh dan jiwa dalam diri manusia, sehingga ibadah yang dilakukan tanpa khusyu’ adalah ibarat tubuh tanpa jasad alias mati. Akan semakin aneh jika manusia tersebut berusaha mengenal Tuhan-Nya dalam keadaan tak bernyawa” tegasnya.

“Dikarenakan sifat khusyu’ sumbernya dari dalam hati manusia, maka sifat ini hanya bisa diraih dengan taufik dan anugerah dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu, cara utama untuk meraih sifat mulia ini dan sifat-sifat agung lainnya dalam agama adalah dengan banyak berdoa dan memohon kepada Allah Ta’ala”, ujar Ayu.

Shalat seharusnya mampu menjadi wujud dari prestasi penghambaan seorang hamba yang lemah lagi, masih mengharap dan terus meminta pada Allah. Dan akan sangat memalukan jika sudah menghadap dan meminta tapi, sibuk dengan hal-hal yang lain, lupa menjaga adab. Ibaratnya seperti seoarang karyawan kecil menghadapi seorang direktur yang tidak suka bau rokok, tapi kita meminta upah karyawan kecil itu mengepul-ngepulkan asap merokok. Semuanya hanya sia-sia dan akan menjadi angan-angan belaka.

Selanjutnya, Ayu yang juga selaku Sekertaris Kebijakan Publik KAMMI daerah Bandung ini, juga menambahkan cerita tentang kehebatan Ammar Radhiyallahu Anhu. Sahabat Rasulullah yang satu ini tidak sadar akan anak panah yang menyerang lengan tangannya dipertengahan shalat. Dan juga pengalaman Ali bin Thalib memenuhi tantangan Rasulullah Shalallahualaihiwasalam untuk mencapai kekhusyuuan dalam shalat. Dua dari sekian banyak cerita sahabat Rasulullah ini, berhasil menggugah hati para ibu-ibu Desa Sawuh.

Sebagai penutup, pembimbing kami Al-Ustadzah Farhah, M.Ag memberikan epilog kepada ibu-ibu Desa Sawuh bahwa pengajian ibu-ibu ini merupakan salah satu kegiatan yang dirancang sebaga kerjasama masyarakat Ponorogo dengan PKU Unida Gontor. Kegiatan ini juga besar menaruh harapan untuk membangun silahturahmi peserta PKU Unida Gontor dengan warga sekitar. Juga sebagai media bagi peserta PKU putri untuk belajar berkomunikasi dihadapan masyarakat.[]

Rep. Syeha
Ed. Admin pku

2 Thoughts on “Pengajian Rutin; “Khusyu’ dalam Shalat””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.