Biografi Penulis:
Dr.H. Achmad Zuhdi Dh, M.Fil I adalah seorang dosen fakultas Adab di Universitas Sunan Ampel Surabaya. Beliau lahir di lamongan, 11 oktober tahun 1961. Riwayat pendidikannya, menyelesaikan S1 hingga S3-nya di IAIN Sunan Ampel, yang kini sudah menjadi UIN Sunan Ampel. Dan sudah banyak menulis buku dan artikel dan penelitian. Dan salah satu bukunya adalah buku yang berjudul “Pandangan Orientalisme Barat Terhadap Islam”.

Pengantar
Di Barat sudah lama muncul para ilmuwan yang memberikan perhatian terhadap Islam. Mereka ini disebut Kaum Orientalis. Di antara mereka (orang-orang Barat yang mendalami Islam itu) ada yang dengan jujur menunjukkan kebenaran Islam, tetapi tidak sedikit di antara mereka yang karena fanatik dan dendam akibat perang salib, berusaha mencari-cari kelemahan dan keburukan dalam Islam untuk mengaburkan atau merusak aqidah kaum muslimin.

Dalam buku ini digambarkan dengan jelas mulai kapan kaum orientalis itu muncul dan apa yang melatar-belakanginya. Mengapa mereka ingin mempelajari Islam. Dan apa program-program yang mereka lakukan dalam mencapai tujuan menghancurkan Islam. Kemudian bagaimana tanggapan ulama kita dalam menyikapi program-program mereka (kaum orientalis) itu. Mengingat Isinya yang sangat penting, maka buku ini perlu dibaca oleh kaum muslimin pada umumnya, khususnya para pemuda Islam dan para Ustadz yang berusaha membentengi aqidah muslim dari serangan Barat yang anti Islam.

BACA JUGA: LGBT Di Indonesia; Perkembangan dan Solusinya

Pembahasan
Buku ini dibagi oleh penulis menjadi 7 bab, dan setiap babnya masing-masing terbagi menjadi beberapa sub. Pada Bab I yang berjudul “pengertian orientalis”, Bab II “Ruang lingkup Orientalisme”, Bab III “ Sebab-Sebab Lahirnya Orientalisme”, dan pada Bab Bab IV “ Motivasi Orientalis Mengkaji Islam”. Pada Bab V “Program-program Orientalis”. Pada Bab VI beliau membahas “Pandangan Orientalis Terhadap Al-Qur’an”, dan pada akhir Bab beliau memberikan judul “ Sikap dan Usaha dalam Menghadapi Gerakan Kaum Orientalis”.

Pada Bagian pertama dan kedua penulis menjelaskan dengan detail tentang pengertian orientalisme dan ruang lingkupnya, yang mana sebuah istilah yang berasal dari kata “orient” bahasa Perancis yang secara harfiah berarti “timur”. Sedangkan secara geografis berarti “dunia belahan timur” dan secara etimologis berarti “bangsa-bangsa di timur”. Dan secara garis besar ruang lingkup orientalisme adalah kegiatan penyelidikan dari para pakar di Barat mengenai agama-agama di Timur, khususnya tentang agama islam.

Lalu pada bagian Ke-Tiga penulis juga menjelaskan tentang sebab-sebab lahirnya Orientalisme yakni antara lain adalah bahwa orientalisme itu lahir akibat Perang Salib (1096-1270) atau ketika dimulai pergesekan politik dan agama antara Islam dan Kristen Barat di Palestina. Argumentasi mereka menyatakan bahwa permusuhan politik berkecamuk antara umat Kristen dan umat Islam selama pemerintahan Nuruddin Zanki dan Salahuddin al-Ayubi.

Dan pada bagian Ke-Empat, Dr. H. Achmad Zuhdi menceritakan apa saja motivasi orientalis untuk mengkaji islam yaitu diantaranya motivasi Aqidah atau keagamaan, Perang Salib telah memberi bekas kepahitan yang sangat mendalam pada orang-orang Eropa. Dari sini timbullah gerakan reformasi Kristen, sehingga umat Kristen merasakan suatu kebutuhan mendesak untuk melihat kembali penafsiran mereka terhadap al-Kitab; dan untuk memahami sesuai dengan perkembangan baru yang dilancarkan oleh kaum reformis.

Tertulis juga dalam buku ini pada bagian ke-Lima, yaitu program-program orientalis yang mana Hampir di semua universitas Eropa dan Amerika terdapat fakultas khusus yang mempelajari dirasah islamiyah dan bahasa Arab, bahkan di beberapa universitas terdapat lebih dari satu jurusan seperti di Universitas Munchen, disana terdapat fakultas bahasa Samiyah dan Islamic Studies serta jurusan sejarah dan peradaban timur dekat.

Dan pada bagian ke-Enam, penulis menambah tentang Pandangan Orientalis Terhadap Al-Qur’an. Al-Qur’an al-Karim adalah kitab suci umat islam yang menjadi dasar bagi segi kehidupan manusia. Ia diyakini sebagai sumber kebenaran yang mutlak, karena datangnya dari Allah SWT. Karena itulah umat Islam merasa perlu mempelajarinya dengan sungguh-sungguh dan akan selalu memperjuangkan agar ajaran-ajarannya diterapkan di muka bumi sebagai rahmatanlil’alamin.

Untuk itu para musuh islam tidak pernah bosan berupaya menjatuhkan superioritas al-Qur’an, baik dari segi kebenaran mutlak maupun sebagai sumber asalnya. Hal ini (permusuhan terhadap al-Qur’an) sudah terjadi sejak masa Nabi Saw. Yang dilakukan oleh kaum musyrikin atau penyembah berhala.

BACA JUGA: Maraknya Fanatisme Madzhab Tertentu di Masyarakat Pedesaan

Dengan semangat yang luar biasa mereka berusaha memerangi pemikiran yang mengatakan bahwa al-Qur’an itu wahyu Allah; mereka menegaskan bahwa al-Qur’an tidak lain hanyalah dusta yang mengada-ada, dan bahwasanya al-Qur’an itu adalah dongengan bohong yang Nabi meminta kepada orang lain menuliskannya siang dan malam. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang yang minta diajari orang asing/ bukan ‘Arab; atau bahwa al-Qur’an hanyalah berisi perkataan tukang sihir dan dukun. Sasaran mereka adalah memalingkan keyakinan bahwa al-Qur’an adalah wahyu samawi kepada Muhammad Saw untuk memberi petunjuk kepada umat manusia.

Dan sebagai penutup dari buku ini yaitu bagian ke-Tujuh, penulis memberikan berbagai Sikap dan Usaha dalam Menghadapi Gerakan Kaum Orientalis salah satu sikap yang dijelaskan yakni dalam memberikan sanggahan terhadap kesalahpahaman (shubhat) dan tikaman kaum orientalis, hendaklah dibeberkan secara terperinci atau detail yang jauh dari sikap pertentangan atau menyerang, sehingga upaya ilmiah ini akan memberi pengaruh positif bagi kaum intelektual dalam semua tingkatannya, baik muslim atau bukan.

Selanjutnya, ia pun akan merupakan faktor pendorong bagi kaum orientalis untuk mengadakan evaluasi terhadap pernyataan-pernyataan mereka dan sekaligus akan membantu mereka meluruskan pandangan atau sikap tehadap Islam; dan akhirnya diharapkan ia sebagai pengenalan Islam bagi mereka yang simpati dan antusias terhadap Islam.[]

Judul : Pandangan Orientalisme Barat Terhadap Islam
Penulis : Dr. H. Achmad Zuhdi
Penerbit : Karya Pembina Swajaya:Surabaya.
Tahun : 2004
Tebal : 188 halaman
Peresensi : Fauzan Adzima

One Thought on “Pandangan Orientalisme Barat terhadap Islam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.