Penulis Berita: Iradah Dwi Putriani/ Peserta PKU Angkatan 15

PKU UNIDA Gontor – Selasa siang (17/08) waktu UNIDA, Daurah Nurudin Zanki memasuki hari ketiga. Kegiatan di hari ketiga ini berjudul Masa Depan Perselisihan di Baitul Maqdis dan Prediksi Syariah tentang Kemenangan dengan pembicara Syaikh Amir Taufik al-Qudhat.

Diskusi dimulai dengan nasihat syaikh kepada peserta kegiatan yang didominasi oleh pemuda terutama peserta Program Kaderisasi Ulama. “sebagai kader ulama dan pelajar muslim, kalian adalah masa depan ummat,” pungkasnya. Ia menambahkan, oleh karenanya harus saling mendoakan kebaikan bersama. Sebab hal tersebut merupakan kewajiban sesama muslim.

Diskusi dilanjutkan dengan penjelasan syaikh Amir Taufik terkait historis perselisihan antar al-Quds dan Israel yang faktanya memang telah lama terjadi. “Hal ini diumpamakan seperti perselisihan antara baik dan buruk,” tegas beliau. Menurut beliau, setiap kedzaliman harus dilawan sehingga tauhid dapat ditegakkan.

Secara historis, sebagaimana beliau sampaikan, sebelum datang Israel, Palestina telah dijajah oleh Inggris. Kemudian Inggris memberikan tanah untuk kaum yahudi Israel di Palestina lewat menteri luar negeri Arthur Balfour. Hal ini lah kemudian yang membuat tercetusnya perjanjian Balfour. Inggris memfasilitasi imigrasi yahudi Eropa ke Palestina. Sehingga populasi yahudi meningkat 27% dari total penduduk. Awni Abd al-Hadi, tokoh politik Nasional Palestina saat itu mengutuk Deklarasi Balfour sebab menurutnya tidak layak apabila orang Inggris membuat klaim untuk Palestina dan memberikan tanah yang bukan miliknya kepada yahudi. “secara sejarah, hal ini telah salah,” ungkap Syaikh Amir.

Lebih jauh beliau menambahkan, setelah mandat pendirian yang diberikan tahun 1920 inilah peningkatan migrasi Yahudi menimbulkan ketegangan dan kekerasan antara orang Arab Palestina dan yahudi Eropa. Sehingga pada tahun 1948 konflik Israel Palestina memuncak. Sejak 1974 Palestina mulai dibagi dua, dan terus berkurang hingga 3/4 tanah palestina diambil hingga hari ini.

Peran Pemuda Hari Ini terhadap al-aqsha

Bagi Syaikh Amir Taufik, seseorang yang didzalimi harus melawan kezaliman itu, hal inilah yang terjadi pada Palestina sekarang. Dan setiap muslim haruslah menjaga al-Quds sebagaimana mereka menjaga negaranya. “al-Quds bukanlah milik warga Palestina, akan tetapi milik ummat muslim seluruh dunia,” ungkap beliau.

Kemenangan Palestina nyata adanya, dan ummat Islam harus meyakininya. Beliau mengingatkan bahwa tanah al-Quds adalah waqf atau warisan khazanah Islam, oleh karenanya seluruh ummat Islam memiliki hak atas tanah tersebut dimanapun berada. “kita atau kalianlah sebagai ulama yang akan selalu ditunggu untuk kemerdekaan Palestina,” tegas beliau.

Di penghujung daurah, beliau menutup dengan pesan,, beberapa ulama mengatakan dalam muhadharahnya bahwa kemenangan Islam dalam memperebutkan al-Quds sudah sangat dekat. “Membela baitul maqdis sama dengan membela syariah Allah. In tanshurullah yanshurkum tegas beliau menutup daurah. (Editor: Rizky, Rofiqi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.