Penulis Berita : Aisyah Rahmawati / Peserta PKU angkatan XV

PKU UNIDA Gontor – Selasa pagi (9/11/2021), Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan Webinar Pemikiran dan Peradaban Islam yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqmanul Hakim Surabaya. Pada acara tersebut, Dr. Mashud, M.Si selaku Ketua Program Agama Islam STAIL hadir memberikan sambutan. Beliau menuturkan, bahwa STAIL dan PKU Gontor telah beberapa tahun mengadakan kerja sama untuk melaksanakan seminar pemikiran semacam ini.

Selain itu, beliau juga menuturkan perlunya webinar seperti ini dikarenakan tiga hal krisis yang dialami umat Islam. Pertama, krisis perasaan umat terhadap keagungan Islam. Perasaan tersebut berarti umat tidak merasa senang atau bangga akan kebesaran Islam. Kedua, krisis kebanggan umat dalam beragama atau mempraktikkan Islam. Ketiga, kehilangan harapan atas pertolongan Allah, atau tidak merasa adanya pertolongan dari Allah. Dari ketiga krisis tersebut, diharapkan dengan adanya program PKU ini mampu mendorong umat untuk bangga dalam beragama, berislam, dan meyakini pertolongan Allah yang selalu menyertai hamba-Nya.

Baca juga : Kunjungan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya ke PKU UNIDA Gontor

Prolog kedua disampaikan oleh Ustadz Aldy Pradhana, S.Si, M.Phil selaku mentor PKU sekaligus dosen di UNIDA Gontor. Beliau menuturkan, bahwa PKU merupakan tempat yang tepat untuk mengkaji ilmu secara adil. Program ini tidaklah mengajarkan berpikir anti-Barat, namun lebih kepada upaya meneliti dan memperdalam pemikiran Barat yang saat ini menjadi pemikiran dominan dunia. Sehingga nantinya para peserta mampu menempatkan pemikiran tersebut secara adil dan sesuai dengan porsinya. Tidak berat sebelah kepada Barat saja, namun menimbangnya dengan sudut pandang Islam sebagai dasar.

Acara pun dilanjutkan dengan presentasi dari ketiga pemateri. Pemateri pertama adalah Roifatun Khoiriyah, S.Pd yang membawakan kajian mengenai “Konsep Tasamuh: Respon terhadap Toleransi dalam Pendidikan Multikultural”, selanjutnya dilanjutkan oleh Rachmi Cinthya Dewi, S.Pd dengan “Problem Makna Kebahagiaan dalam Materialism”, dan pemateri ketiga adalah Rahmawati, S.Sos tentang “Sustainable Development dan Implikasinya terhadap Lingkungan”.

Webinar berjalan lancar hingga sesi pertanyaan berlangsung, baik dalam termin raise hand maupun chat room, para peserta cukup antusias mengajukan pertanyaan dan diskusi. Meski disayangkan bahwa diskusi tidak berjalan lama dikarenakan waktu yang terbatas.

Baca juga : Adakan Daurah tentang al-Quds, PKU UNIDA Kerja Sama dengan Minbar-i Aksa Dernegi

Setelah sesi tanya jawab, acara ditutup dengan epilog dari Ustadz Aldy Pradhana. Beliau menjelaskan bahwa pemahaman yang benar tentang pancasila dan wahyu sudah cukup mengajarkan manusia menjadi manusia serta warga negara Indonesia yang sesungguhnya.  Selain itu, kebahagiaan merupakan hal yang berada di luar materi. Hal ini menjadikan kebahagiaan yang berdasarkan materi tidak akan pernah mencapai kebahagiaan hakiki namun hendaknya kembali kepada Tuhan. Sebab hanya Allah yang mempunyai kekekalan, sedangkan berdasarkan pada hal yang tak kekal justru bermakna sementara saja. Kemudian, pembangunan sejatinya diperlukan untuk kesejahteraan manusia dan alam, tetapi apa yang di usahakan manusia sekarang justru sebaliknya. Apa yang dibutuhkan adalah pembangunan berasaskan Islam yang ramah terhadap seluruh makhluk, juga sarat akan kekuasaan Tuhan.

Maka, dapat dilihat bahwa ketiga poin yang disampaikan pemateri merupakan refleksi terhadap apa yang diyakini masyarakat dunia secara umum. Massa dituntut untuk mengamini perbedaan bahkan pada tingkat kepercayaan atau keimanan, padahal hal tersebut merupakan hal vital yang tidak boleh disamakan satu dengan yang lain. Kebahagiaan diukur dengan materi atau hal yang tampak, tetapi ia terdapat dalam kesyukuran dan keikhlasan hati. Pembangunan dilakukan guna pemenuhan keinginan manusia, namun tidak memperhitungkan hewan maupun tumbuhan disekitarnya. Sedangkan Islam mengajarkan bahwa tidak ada paksaan dalam keimanan, kedamaian atas kebahagiaan, serta menuntut manusia untuk bersikap adil sebagai khalifah di bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.