pku.unida.gontor.ac.id- Buku ini sebenarnya dari tesis Fahmi Salim yang diterbitkan oleh Gema Insani Jakarta. Dimana yang mengupas tentang kaum Liberal dalam pandangannya Studi al-Qur’an. Karena sudah banyak pemikiran-pemikiran liberal, sekuler dan berbagai nama lainnya yang berasal dari Barat telah memasuki banyak kepala umat Islam. Paradigma yang berkembang dalam pemikiran sebagian besar umat Muslim di dunia ini pun bergeser. Unsur-unsur kesucian al-Qur’an seperti luntur di mata mereka.

Secara umum, buku ini di bagi menjadi empat bab, pada permulaan bab penulis membahas tentang Studi Kritis Komparatif antara Takwil dan Hermeneutika. Definisi tentang takwil ini banyak di bahas dalam prespektif ulama Ushul Fiqh, maupun ulama al-Qur’an. Secara etimologi takwil ini dipahami dari kata al-awl (alif-wawu-lam) yang artinya kembali dan menjadi, jika ditinjau dari segi ulama Ushul Fiqh seperti yang dijelaskan oleh Tajuddin ibnus-Subki dalam kitabnya Jam’u al-Jawami bahwa Takwil adalah mengalihkan makna lafadz zhahir, serta mengalihkan kepada makna yang dimungkinkan yang lemah tapi berdasarkan dalil.

BACA JUGA: Atlas Budaya Islam, Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilang

Sedangkan menurut para ulama al-Qur’an adalah makna yang disimpulkan ulama yang ahli berkaitan makna-makna ungkapan (khitab) dan mahir dalam bidang perangkat ilmu-ilmu. Kemudian definisi hermeneutika sendiri secara etimologi diambil dari kata Yunani, “Hermenuin”, yang berarti tafsir dan penjelasan serta penerjemahan. Dalam hal ini jika masuk dalam ranah teologi maka bahasa wahyu ketuhanan yang tidak jelas sangat membutuhkan penjelasan tentang kehendak Tuhan agar dapat mentransformasikannya sesuai dengan kondisi kontemporer. Dan kata hermeneutic berasal dari kata Hermes, yaitu utusan dewa-dewa dalam mitologi Yunani. Secara epistemologi adalah ilmu yang digunakan dalam rangka mencari pemahaman teks secara umum yaitu dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan beragam dan saling berkaitan seputar teks dari segi karakteristiknya dan hubungannya dengan kondisi yang melingkupinya dari satu sisi serta hubungannya dengan pengarang teks serta pembacanya dari sisi lain.

BACA JUGA: Orientalisme & Latar Belakang Pemikirannya

Pada bab kedua, penulis membahas tentang Sejarah Konsep dan Pergulatan Pemikiran tentang Hermeneutika untuk al-Qur’an. Singkatnya bahwa Sejarah munculnya hermeneutika ditandai dari Tradisi teologi Kristen serta dari Filsafat Klasik Zaman Modern.

Kemudian pada bab empat, penulis membahas tentang Isu-isu Hermeneutika al-Qur’an, dimana oleh para Orientalis banyak dikritisi dari Teks al-Qur’an, Historis dan Sastra al-Qur’an serta Isu Dialektika teks dan Realitas. Banyak perubahan pada hokum-hukum Qath’i dengan dalih dialektik antara teks Konstan dan realitas yang berubah.

Diujung pembahasan, penulis berusaha mengkritisi penggunaan metode riset ilmu-ilmu Humaniora Barat-sekuler untuk ‘membaca al-Qur’an’. Pada kesimpulannya, buku ini sangat cocok untuk para akademisi demi mengkonter dari paham para Orientalis dan Liberalisme tentang apa yang dipakai oleh para kaum Liberal dalam mengkritisi dan menggerogoti hokum-hukum Qoth’i dalam al-Qur’an.Wallahu A’lam.[] 

Penulis             : Dr. Fahmi Salim, M.A
Penerbit          : Gema Insani, Jakarta
Cetakan           : I, April 2010
Halaman         : xx + 518 halaman
Peresensi        : Achmad Reza Hutama Al Faruqi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.