pku@unida.gontor.ac.id – Rabu, 24/7/2019, Peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU XIII) Universitas Darussalam Gontor menghadiri pengarahan Khutbah Jum’at dan Tausiyah yang bertempat di Hall Hotel UNIDA Gontor.

Acara berlangsung pukul 20.00 s/d 22.00  WIB yang diisi oleh Dr. Mulyono Jamal, M.A, beliau menjelaskan tentang urgensi penyampaian khutbah Jum’at dan tausiyah kepada 30 peserta PKU Gontor.

“Seharusnya Khutbah Jum’at bagi laki-laki bukanlah sesuatu yang asing. Karena justru yang asing adalah pernah menjadi khatib atau belum,”. ujar Dr. Mulyono Jamal

Dr. Mulyono Jamal mengungkapkan bahwa khutbah merupakan perkara penting dalam mengenalkan fiqh dan perkara agama kepada masyarakat. Khutbah Jum’at  merupakan sarana manjur untuk menyelesaikan kompleksitas kehidupan. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi:

قُلْ هَذِهِ سَبِيْلِي أَدْعُو إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيْرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِينَ يوسوف:108

Pasca peninggalan nabi Muhaammad S.A.W tugas khutbah Jum’at diwarsikan kepada para ulama. Ulama menjadi sumber untuk belajar dan menjawab persoalan kehidupan. Kesungguhan para ulama terjun menyampaikan kebenaran agama  dan  mencegah  kemungkaran dalam sistem sosial, akan menjadi nilai postif untuk tercapainya kemashlahatan umat. Ayat lainnya:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ المُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمْ المُؤْمِنُوْنَ وَأَكْثَرُهُمْ الفَسِقُوْنَ ( آل عمران 110)

Namun khutbah bukanlah sembarang teks banyolan yang disampaikan di muka umum. Khutbah merupakan perkataan atau penyampaian buah pikiran secara singkat, padat dan jelas yang diutarakan  khatib diatas mimbar. Khatib berdiri di depan  jamaah sholat Jum’at yang tidak kurang jumlanhya dari 40 orang dan menyampaikan khutbahnya secara pokok, khidmat, dan serius.

baca juga: Hermeneutika (Pisau Orientalis dalam Studi Al-Qur’an)

Yang sangat perlu diperhatikan peserta PKU Gontor saat ditugaskan menjadi khatib adalah kunci dalam berbicara yaitu,“khoirul kalami man qalla wa dalla”, tegas Dr.Mulyono Jamal.

Selain itu, Ketua Yayasan Perguruan tinggi Darussalam menyampaiakan bahwa dalam berkhutbah seorang khatib tentu harus menyertakan daya tarik dalam menyampaikan isi khutbahnya.

Empat hal yang mempengaruhi kekuatan tersebut adalah ada pada integritas kepribadian, iman dan taqwa, kesucian lahir dan batin dan ada pada as-shidq (kejujuran) dan ikhlasnya. Sehingga dari padanya lahir ulama-ulama yang mampu mempengaruhi, memprovokasi, dan mengajak masyarakat dalam seruan kebaikan.

Beliau menutup pengarahannya dengan menekankan pentingnya sebuah persiapan seperti membuat catatan sebelum berkhutbah dan tausiyah. “Kullu syai’in bil ‘idad”, tambah beliau mengingatkan. Seperti budaya disiplin yang diajarkan Gontor untuk selalu berusaha maksimal dalam setiap pekerjaan.

Rep. Syekha Anintya & Siti Djunnuraini
Penyunting. Achmad Reza Hutama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.