pku.unida.gontor.ac.id- Usai shalat subuh berjamaah dan tilawah al-Qur’an, PKU Gontor mengadakan kegiatan positif rutinitas diluar jadwal kegiatan yang telah ditentukan oleh direktur PKU dan pembantunya.
Diskusi bahasa Inggris, diskusi bahasa Arab, kajian rohani dan kajian kutub turos sudah menjadi santapan sebelum sarapan pagi.

Kali ini pada sabtu pagi (14/9) di pojok Peradaban (asrama PKU) sudah menjadi jadwal peserta PKU untuk mengadakan diskusi bahasa Inggris yang dikoordinir oleh Tabarokal Roby Rintoko selaku peserta PKU utusan Kabupaten Seruyan.

Dalam muqoddimahnya, beliau mengungkapkan tentang bagaimana cara belajar bahasa Inggris dengan mudah serta tidak menjadi beban, dan dilanjutkan dengan latihan membaca berita dari setipa peserta PKU yang mengikuti diskusi bahasa Inggris pagi tadi.

“We can learn english without feeling like we are learning”. Ungkap Founder UKM Student Association for Language Development.

Artinya, untuk mempelajari bahasa Inggris itu harus dimulai dengan rasa suka terhadap bahasa Inggris, sehingga tidak menjadikan bahasa Inggris sebagai sesuatu yang sulit untuk dipelajari atau untuk dikuasai. Jadi, kita mempelajari bahasa Inggris seakan-akan kita sedang tidak belajar, karena saking sukanya terhadap bahasa Inggris.

“There are two divisions of learning english and academic skill; first is Listening and Reading as inputs of learning and second is Writing and Speaking as outputs of learning.” Ujar Tabarokal untuk mempetakan belajar bahasa Inggris.

Maksudnya, menulis dan berbicara bahasa Inggris itu merupakan hasil yang akan didapat setelah mempelajarai bahasa Inggris dengan melalui cara mendengarakan percakapan dalam film juga berita yang berbahasa Inggris dan dengan cara membaca kosakata atau artikel berbahasa Inggris.

Tabarokal menambahkan “In order to have sufficient outputs, you must have sufficient inputs. First is Listening ; watch fillms repeatedlly, watch educational youtube videos repeatedlly, listen to proadcast repeatedly. Second is Reading ; enrich your reading materials such academic journals, newsfeed and book.” 

Untuk mendapatkan output yang memuaskan dalam belajar bahasa Inggris, maka harus didasari dengan input yang cukup juga. Agar meningkatkan listening, bisa dengan cara menonton film berulang kali, menonton video youtube yang mendidik berulang kali dan mendengarkan siaran berulang berulang kali yang semuanya berbahasa Inggris, tidak hanya menikmati alur ceritanya tapi juga mendengarkan secara detail apa yang dikatakan dari sebuah percakapan dan juga tidak menyerah ketika melakukannya untuk yang pertama kali, karena pertama kali memang akan sulit tetapi dengan berulang-ulang kali akan menjadikan terbiasa mendengarnya.

Kemudian, untuk memastikan arti kosakata yang telah didengar, bisa menambahkan dengan menggunakan subtitle film jika menonton film atau membuka kamus bahasa Inggris, dengan demikian akan memudahkan untuk menguasai bahasa Inggris, “repitition is the key.”

“The Queen, The Iron Lady, Victoria and Abdul, The Imitation Game, The Theory of Everythng, Darkest Hour, Spectre 007, Sherlock Home, and Kingsman the Secret Service. These are the films recommended for learning English. Visualpolitik, Wierd, Ted Talks, The School of Life, CNBC International, Seeker Daily, Geography Now!!!, Vice News, and Business Insider. These are recommended youtobe channels for learning English and enrinching general knowledge.” Tambah Tabarokal sebagi penambah refrensi film dan cenel youtube untuk belajar bahasa Inggris.

Dan agar meningkatkan keterampilan reading, bisa dengan membaca jurnal akademik, berita, dan buku. “BBC News, The New York Times, The Economist, Bloomberg News, Deutsche Welle, Politico, The Guardian, Aljazeera, and The Washington Post. These are recommended News and Media outlets for learning” ujar Tabarokal. Dan juga membaca beritanya dengan “berulang-ulang kali” agar semakin terbiasa dengan bahasa Inggris.

“Once you have gained inputs produce uotputs. First is Writing ; write on social media with appropiate english article, assignment, and paper work. Second is Speaking ; discussion, chatting with friends, and join international forums.” Ujar Tabarokal.

Artinya, Setelah mendapatkan input, selanjutnya yaitu menghasilkan uotput. pertama adalah Menulis; menulis di media sosial dengan artikel bahasa Inggris yang sesuai, tugas, makalah ilmiah. kedua adalah Berbicara; diskusi, mengobrol dengan teman, dan bergabung dalam forum internasional. Dengan demikian kemampuan untuk berbahasa Inggris akan terbangun.

Rep. Gunawan Andi Pranata
Ed. Admin pku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.