pku.unida.gontor.ac.id- Hembusan angin dingin Ponorogo tidak menyurutkan semangat peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) XIII untuk memperkaya pengetahuan di pagi ini (20/08/2019). Halaqoh subuh yang merupakan kegiatan rutin harian PKU XIII hari ini diisi oleh ceramah singkat dari al-Ustadz Muhammad Shofwan Muttaqin yang merupakan peserta PKU XIII utusan Universitas Darussalam Gontor. Beliau membahas tema “Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Ismail Raji Al-Faruqi”.

Halaqoh dibuka oleh al-Ustadz Syamsul Badi’ sebagai moderator, beliau merupakan kader dan utusan Pondok Modern Darussalam Gontor. Beliau memberikan intermezo singkat tentang tema dan pemateri halaqoh pagi hari ini. Moderator kemudian mempersilahkan pemateri untuk memaparkan makalah yang telah dipersiapkannya yang kemudian disampaikan dalam kurang lebih lima belas menitan dalam jumlah jam’ah sekitar 20 orang.

BACA JUGA: Budaya Ilmu dan Kebangkitan Peradaban

Hadirin terlihat begitu antusias menyimak dan memperhatikan pemaparan dari peserta PKU XIII asal Tegal ini. Beliau memulai penjelasan dengan menyampaikan biografi singkat dari Ismail Raji al-Faruqi. Al-Faruqi merupakan cendekiawan Muslim yang lahir di Palestina pada 1 Januari 1921. Beliau merupakan alumni American University of Beirut (S1) dan kemudian melanjutkan ke Universitas Indiana untuk gelar masternya yang pertama di bidang Filsafat  kemudian diterima dan lulus dari departemen Filsafat Universitas Harvard.

Foto halaqoh pagi tadi

Pendiri International Institute of Islamic Thought (IIIT) ini juga sempat menghabis masa beberapa tahun belajar di Universitas Al-Al-Azhar Kairo sebelum kemudian mengajar di beberapa kampus di Amerika Utara seperti McGill University dan Temple University.

Dalam pandangan al-Faruqi, Islamisai Ilmu merupakan sebuah ijtihad untuk mendefinisikan kembali makna ilmu, menyusun ulang data, kembali memikirkan argumen dan rasionalisasi yang berhubungan dengan data itu, menilai kembali kesimpulan dan penafsiran, membentuk kembali tujuan dan melakukan cara-cara yang menjadikan disiplin itu memperkaya visi dan perjuangan Islam.

Menurutnya lagi, islamisasi ilmu dapat dicapai melalui pemaduan antara ilmu-ilmu baru ke dalam khazanah warisan Islam dengan membuang, menata, menganalisis, menafsir ulang, dan menyesuaikannya dengan nilai dan pandangan Islam (Islamic wrold view).

BACA JUGA: “Prolegomena”

Selain itu, al-Faruqi juga menetapkan setidaknya ada dua belas langkah yang perlu dilalui untuk Islamisasi ilmu pengetahuan, langkah-langkah ialah, (1) penguasaan disiplin modern yang meliputi prinsip, metodologi, masalah, tema, dan perkembangannya; (2) peninjauan disiplin; (3) penguasaan khazanah ilmu Islam: ontologi; (4) penguasaan khazanah ilmu Islam dari sisi analisis; (5) penentuan relevansi Islam yang tertentu kepada suatu disiplin; (6) penilaian secara kritis disiplin modern untuk memperjelas kedudukan disiplin terhadap langkah yang harus diambil untuk menjadikannya bersifat Islami; (7) penilaian secara kritis ilmu warisan Islam, seperti pemahaman terhadap al-Quran dan sunnah, perlu analisis dan kajian terhadap kesalah-pahaman; (8) kajian dan penelitian masalah utama umat Islam; (9) kajian tentang masalah utama yang membelit umat manusia; (10) melahirkan analisis dan sintesis yang kreatif; (11) pengacuan kembali disiplin pada kerangka Islam, seperti kitab-kitab utama teks dalam universitas; dan (12) harus memasar dan mensosialisasikan ilmu-ilmu yang sudah di-Islamkan.

Diskusi pun diakhiri dengan pertanyaan dari salah seorang peserta tentang madzhab Islamisasi pengetahuan yang diadopsi oleh Universitas Darussalam Gontor. Diketahui bahwasanya sejauh ini UNIDA Gontor mengadopsi dan mengombinasikan beberapa madzhab Islamisasi sehingga dapat menghasilkan konsep dan proses Islamisasi yang bisa dikatakan sempurna. Adapun texbook final dari Islamisasi ilmu pengetahuan di UNIDA Gontor sedang dalam proses penulisan oleh Dr. Hamid Fahmy Zarksyi, M.Ed., M.Phil. yang merupak wakil rektor 1 dan juga direktur Centre for Islamic dan Occidental Studies (CIOS) UNIDA Gontor.[]

Rep. Tabarokal Roby Rintoko & Ahmad Faizin Sholeh
Ed. Admin pku

One Thought on “Halaqoh Subuh; Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer Menurut Ismail Raji Al-Faruqi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.