pku.unida.gontor.ac.id- Program Kaderisasi Ulama’ (PKU) Unida Gontor selain melakukan perkuliahan dan dikusi di lingkungan kampus, juga mendapatkan tugas berupa pengabdian masyarakat. Seperti pekan sebelumnya peserta PKU putri mendapat tugas untuk menyampaikan tausiyah pada pengajian masyarakat, terkhusus untuk ibu-ibu. Kegiatan ini dilakukan rutin setiap hari kamis malam, pada tanggal 19 september 2019 ini bertempat di kediaman salah satu warga desa Sawuh yang bertugas adalah Ustadzah Dzunnuroini. Rombongan yang terdiri dari staf PKU, mentorah dan dua peserta PKU berangkat selepas maghrib sekitar pukul 18.20.
Rangkaian pengajian ini diawali dengan pembacaan tahlil, Surat Yasin dan beberapa dzikir yang dibaca bersamaan oleh jama’ah pegajian dan tausiyah di sampaikan terakhir. Pada tausiyah di sampaikan bertema “Fadhilah atau keutamaan membaca al-Qur’an”. Ustadzah yang berstatus sebagai mahasiswi Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Arab UNIDA ini menyampaikan ada 3 diantaranya keutamaan dalam membaca Al Qur’an. Pertama, orang yang membaca Al Qur’an akan ditinggikan derajatnya oleh Allah dan merendahkan orang yang tidak membaca Al Qur’an. Sesuai dengan hadits yang disampaikan oleh rasululah,
اَنّ اللّٰهَ يَرْ فَعُ بِهَذَ الْكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ

“Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan merendahkan yang lain dengannya pula.” (hadits riwayat Muslim).
Disampaikan juga bahwa setiap huruf yang dibaca dalam Al-Qur’an akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kebaikan.

Kedua, Allah akan memberikan ketenangan dalam hati dan jiwa bagi orang yang membaca al-Qur’an. Dikisahkan ada orang yang shalih sedang mengalami sakit hendak dioperasi, agar hati tenang dia menjadikan al-Qur’an sebagai wirid. Qodarullah Allah menyembuhkan penyakitnya lantaran amalanya tersebut. Disini Al-Qur’an memiliki fungsi sebagai penyembuh.
Dan yang ketiga, Allah akan memberikan syafa’atnya bagi manusia yang membaca Al-Qur’an. Ustadzah asal Bima ini juga mengajak audiens untuk rutin membaca Al-Qur’an setiap hari. Meski disampaikan menggunakan bahasa Indonesia dalam penyampaiannya namun materinya sangat mudah difahami, mengingat rata-rata audiens biasa menggunakan Bahasa Jawa pada kesehariannya. Retorika yang digunkan pun sangat bagus, hal ini terlihat dari antusiame dari ibu-ibu pengajian yang menyimak tausiyah dari awal hingga akhir dengan seksama.
Sebagai penutup tausiyah ini adalah epilog yang disampaikan oleh ustadzah Farhah selaku mentorah PKU XIII putri.[]

Rep. Mahfida Ustadzatul Ummah
Ed. Admin pku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.