pku.unida.gontor.ac.id- Sabtu (22/9) Program Kaderisasi Ulama mendatangkan langsung pakar Kristologi Ustadzah Dewi Purnamawati, M.Pi. Perkuliahan tersebut bertempat di Hall UNIDA Gontor.
Ini juga untuk membekali para peserta untuk lebih mendalami mengenai tantangan-tangangan pemikiran, khususnya proyek kristenisasi yang saat ini sudah marak di berbagai wilayah Indonesia.
Ustadzah Dewi Purnamawati mengatakan bahwa untuk membendung proyek kristenisasi umat Islam perlu mengkaji ilmu Kristologi.

“Umat Islam harus lebih serius lagi dalam mengkaji Kristologi, sebagaimana orang Kristen yang sudah lama mempelajari Islamologi sampai berpuluh-puluh tahun lamanya. Dan juga umat Islam harus memperdalam ajaran Islam dengan bersandarkan kepada al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Dengan dua hal tersebut, umat Islam dapat membendung terjadinya Kristenisasi dan Pemurtadan”. Tutur Ustadzah Dewi.

Baca juga : Bersatunya Ulama dan TNI ; Menelisik Rahasia Dibalik Lolosnya Jend. A.H Nasution dalam Peristiwa G/30/S/PKI

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapak dan Anak dan Roh Kudus” Matiuas 28:19, demikian bunyi Amanat Agung yang menjadi motivasi bagi orang Kristen untuk menginjili atau untuk mengajak orang Islam masuk kedalam Kristen.
Menurut beliau bahwa metode yang dilakukan untuk menginjili yaitu ‘Church Marketing’ atau tebar pesona. Mereka sulit bila langsung memasarkan lembaga dan ajarannya, maka orang kristen berupaya memasarkan pribadinya (SDM). Menunjukkan kepribadian sebagai orang yang tampil peduli, sopan, ramah, aktif bermasyarakat, penuh toleransi, simpatik, menonjolkan kebersamaan, perhatian dan penuh kasih.
Menampilkan pelayanan terbaik dalam bidang Pendidikan, Kesehatan dan Social problem solving. Dengan demikian mereka menjadikan dirinya sebagai orang yang tampil menjadi pahlawan.

Ustadzah Dewi menambahkan, William Ewart Gladstone perdana menteri Inggris mengatakan: “Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dalam dada pemuda-pemudi Islam bertengger al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut al-Qur’an dari hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan umat Muhammad dari pada seribu meriam. Oleh karena itu tanamkanlah ke dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks”.
Mereka menggunakan cara 5F dan 5S: Food, Fun, Fashion, Film, Faith, Sex, Song, Sport, Smoke, dan Sosial Media. Ujar Ustazah Dewi.

Umat Islam dibuat suka Food, makanan-makanan haram yang terkadang dikemas seperti hal yang halal. Fun, hiburan yang melalaikan seperti maniak game hingga hiburan yang haram. Fashion, meniru gaya fashion orang kafir yang meniadakan rasa malu untuk menutup aurat. Film, menikmati film haram. Faith, secara tidak sadar dibuat untuk menerima ideologi pluraslisme, liberalisme, dan paham lainnya.

Beliau menambahkan, dan juga umat Islam dibuat suka 5S. Sex, umat Islam dibuat untuk berpikir bahwa perzinahan adalah hal yang biasa, bercampur baur antara lelaki dan perempuan adalah hal yang wajar. Song, menjadikan lagu sebagai bagian dari kehidupan, lalai dengan membaca al-Qur’an yang lebih hak untuk dilantunkan. Sport, menyukai olahraga hingga melupakan batasan muslimah dalam beraktivitas, melupakan aurat dalam pakaian olahraga, dan melupakan agama karena harus meluangkan banyak waktu untuk karir olahraga. Smoke, seakan merokok bukanlah masalah. Sosial Media, yang menjadikan berkurangnya interaksi dengan keluarga dan masyarakat.

Samuel Zwemer pada Konferensi Missionaris 1935 mengatakan, misi kita sebagi orang Kristen bukan (hanya) menghancurkan kaum Muslimin, namun memishakan mereka dari Islam, agar jadi orang Muslim yang tidak berakhlak. Ingat… akhlak dalam Islam adalah soko guru kehidupan sosial umat Islam. Karena itu tugas missionaris adalah meruntuhkan nilai-nilai akhlak, dan mempersiapkan generasi baru yang sesuai kehendak kaum penjajah. Tambah Ustadzah Dewi.

Jika perampokan merampas harta benda, pemerkosaan merampas keperawanan atau kehormatan, dan pembunuhan merampas nyawa serta korabannya masih memiliki peluang untuk mendapatkan surga selagi masih beriman. Akan tetai pemurtadan merampas iman dan Islam, sehingga merampas peluang surga bagi korbannya. Gereja pasti melakukan pemurtadan, sebab Gereja dan Pendeta memerlukan jemaat, karena lewat jemaat itu lah pendeta mendapatkan gaji dan mendapatkan hidup yang layak. Maka tidak ada jalan lain selain memurtadkan umat agama lain atau agama Islam.

Baca juga: Karbala Dan Peringatan Asyura Syi’ah

Selain itu juga, umat Islam sudah diperingatkan oleh Allah swt. dalam QS. al-Baqarah ayat 120 bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang oarang Islam hingga mereka mengikuti agama mereka.
Bukti kedengkian mereka terhadap Islam karena mereka tahu kebenaran Nabi Muhammad saw. dan Islam, akan tetapi Nabi Muhammad saw. bukan dari kalangan bani Israil dan hanya agama Islam lah yang bisa mengatakan dan membuktikan kesesatan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani).
“Tunjukan dalam Bible perintah Yesus untuk beragama Kristen…!!!” inilah kata-kata yang sering ditanyakan oleh Ustadzah Dewi selama 24 tahun terhitung mulai usia 13 tahun sampai 37 tahun, tidak ada satu pun dari pastur dan para pemuka agama Kristen Katolik ataupun Protesta yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Hingga sampai pada kesimpulan bahwa Kristen bukan dari Tuhan dan tidak mungkin masuk surga dengan agama Kristen.

Dalam Bible, Alkitab ataupun Injil, Allah maupun Yesus tidak pernah sekalipun memerintahkan untuk beragama Kristen. Dengan demikian atas perintah siapakah mereka menganut Kristen, Katolik ataupun Protestan?
Di dalam ajaran agama Islam, Allah SWT. secara langsung berfirman dalam QS Ali Imran ayat 19, Inna ad-dina ‘indallahi-l-Islam. Artinya, Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah SWT. hanyalah Islam. Dengan demikian, tidak ada agama lain yang diterima di sisi Allah SWT kecuali agama Islam. Dan dalam surat Ali Imran ayat 85, Wa man yabtagi gaira-l-Islami dinan fala yuqbala min-h, wa huwa fi-l-akhirati mina-l-khasirin. Artinya, Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) di sisi Allah swt, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Maka bersyukurlah wahai umat Islam yang telah diberikan nikmat Islam, Iman dan Ihsan dan janganlah sekali-kali mencari agama lain, karena hanya agama Islam lah yang benar.[]

Rep. Gunawan Andi Pranata
Ed. Admin pku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.