pku.unida.gontor.ac.id-Pada hari Kamis, 8 Agustus 2019 Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) menggelar acara Pagelaran Seni yang spektakuler yaitu Alhambra Night Show 3.0. Sebagai puncak dari rentetan acara Khutbatu-l- ‘Arsy, Alhambra bertujuan untuk mengeksplorasi bakat mahasiswa di berbagai bidang kesenian yang dikemas secara apik dan menarik. Namun, tetap terbingkai dalam nilai-nilai pendidikan ala Perguruan Tinggi Pesantren.

Bertempat di depan Terpadu, acara ini dipadati oleh ribuan penonton, meliputi Dosen dan Mahasiswa. Ada yang berbeda tahun ini, acara ini juga dihadiri oleh sekitar 650 Mahasiswi Unida Gontor Putri, agar mereka ikut berpartisipasi dalam kesuksesan acara ini, atau bahkan, di tahun mendatang di kampus UNIDA Gontor Putri akan diadakan acara serupa. Tidak hanya itu, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan turut menyaksikan dan menikmati pagelaran seni akbar ini.

Unida yang telah berusia 65 tahun ini, alhamdulillah telah melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Di dalam bidang pendidikan, Unida bukan hanya mendidik para mahasiswanya di dalam satu aspek saja, akan tetapi juga pada aspek pendidikan Aqliyyah, Pendidikan Ruhiyyah, Pendidikan Jasmaniyyah, Pendidikan Riasah, kemudian malam ini adalah termasuk pendidikan fanniyyah, tutur Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. Selaku Rektor UNIDA Gontor saat membuka acara Alhambra ini.

baca juga: PKU dan Krisis Kepemimpinan Umat

Pendidikan fanniyyah di dalam pagelaran seni ini untuk melatih para mahasiswa untuk mengasah skill dan bakat masing-masing, agar kedepannya, mereka mempunyai keahlian khusus yang bisa diterapkan di masyarakat. mengutip nasihat K.H. Hasan Abdullah Sahal, “Kamu harus memiliki skill yang dibisa dibanggakan, tapi bukan untuk bangga-banggaan, namun untuk mempertahankan jati diri dalam menghadapi arus kehidupan”

Di Dalam sambutannya, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi juga menuturkan bahwa UNIDA Gontor telah melaksanakan pendidikan mahasiswanya secara holistik, komprehensif, yang meliputi pendidikan extra, intra dan co-kurikuler, inilah ciri dari pada perguruan tinggi pesantren alhamdulillah dengan usia yang sedemikian itu, prestasi sudah digapai oleh para mahasiswa, dosen, dan lain sebagainya.
Acara ini menyuguhkan beberapa penampilan yang membuat para penonton enggan untuk beranjak dari tempat duduk. Diantaranya; Grand Opening, Puisi Kolosal, Nasyid, India Dance, Kaligrafi Live, Pantomim, Drama Musikal, Tari Campursari, Tari Aceh, Robotic Dance, Taekwondo, Extrem Dance, dan lain sebagainya.

baca juga: Antara “clash of civilization” dan Pluralisme

Acara yang ditampilkan sangat menghibur banyak penonton, meskipun acara selesai sampai tengah malam, akan tetapi tetap memberikan nilai-nilai pendidikan di dalamnya, yaitu kebersamaan, kekompakan, dan kebebasan dalam menyalurkan bakat-bakat terpendam.

Semoga pagelaran seni akbar di tahun mendatang bisa lebih baik dan membesarkan nama Unida sebagai perguruan tinggi pesantren yang mendidik nilai-nilai kehidupan, serta perguruan tinggi ini bisa menjadi worldclass university, sesuai yang dicita-citakan oleh trimurti pendiri PMDG, “menjadi universitas Islam yang bermutu dan berarti.[]

Rep. Ach. Fuad Fahmi
Ed. adminpku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.