Oleh: Rd Adityawarman/ Peserta PKU angkatan 15

Sabtu siang tanggal, 14 Agustus 2021, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bekerjasama dengan  Minbar Al-Aqsha Association, dalam mengadakan “Daurah Nuruddin Zanki Studi Baitul Maqdis”. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama satu pekan, terhitung dari tanggal 14 – 19 Agustus 2021 setiap jam 13.30 WIB. Akan disampaikan menggunakan bahasa Arab oleh para pakar di isu-isu seputar Baitul Maqdis, mulai dari Ulama Palestina, Yordania, Tunisia dan sekitarnya. Agenda ini ditujukan bagi peserta PKU, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Humaniora UNIDA Gontor, serta dibuka untuk umum bagi siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan isu Baitul Maqdis.

Di hari pertama, acara dibuka dengan penandatanganan satu Memorandum of Understanding (MoU) dan dua Memorandum of Agreement (MoA) antara UNIDA Gontor dengan Minbar Al-Aqsha Association. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil selaku Rektor Universitas Darussalam Gontor dengan Direktur Minbar Al-Aqsha.Dan penandatanganan MoA dilaksanakan oleh Dr. Mohamad Latief, M.A selaku Dekan Fakultas Humaniora dan Dr. Agus Budiman, M.Pd sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah dengan Direktur Minbar Al-Aqsha Association. Penandatanganan ini bukan sekedar kerjasama antar institusi semata, melainkan untuk menyadarkan jutaan umat Islam lainnya agar memahami dengan baik isu Al-Aqsha melalui daurah yang diadakan.

Setelah proses penandatanganan MoU dan MoA selesai, dilaksanakan penyampaian materi oleh Dr. Mukhlas Barzaq tentang keutamaan Baitil Maqdis dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah. Beliau menyampaikan bahwa umat Islam harus bahu-membahu untuk mempertahankan Baitul Maqdis. Banyak peristiwa penting yang terjadi di Baitul Maqdis yang termaktub di dalam Al-Qur’an terkait keistimewaan Baitul Maqdis, salah satunya adalah peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW. Beliau menyatakan meski tidak menyaksikan secara langsung peristiwa Isra’ dan Mi’raj, umat Islam lazim untuk mengimani hal tersebut, hal ini merupakan implementasi dari iman kepada hal-hal yang ghaib. Sebagai muslim, sudah sepatutnya meyakini Al-Qur’an sebagai pandangan hidup. Dr. Mukhlas menegaskan tentang kesucian Al-Qur’an dengan kata-katanya “Semua di dunia ini adalah makhluk kecuali Al-Qur’an, karena itu adalah kalamullah yang suci”. Maka dapat disimpulkan bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang terkandung di dalam Al-Qur’an pasti benar karena datang dari Yang Maha Benar Allah SWT.

Di akhir penyampaian materinya Dr. Mukhlas mengajak umat Islam yang hadir untuk senantiasa memperjuangkan Baitul Maqdis dengan kemampuan masing-masing. Beliau berpesan bahwa perjuangan mempertahankan Baitul Maqdis juga bermakna mempertahankan Baitun Nabi. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh peristiwa Isra’ dan Mi’raj-nya Rasulullah SAW, karena Baitul Maqdis adalah pintu utama sebelum Rasulullah melakukan perjalanan ke langit dunia bersama Malaikat Jibril. (Editor: Rizqi, Rofiqi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.