Di hari keenpat, pada tanggal 08 Desember 2019, Roadshow PKU angkatan ke 13 melanjutkan Seminar Nasional Pemikiran dan Peradaban Islam di Surabaya. Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, seminar kali ini dilaksanakan dan diikuti oleh sebagian rombongan Peserta PKU 13, bekerja sama dengan UNESA (Universitas Negri Surabaya) yang tempatnya tidak jauh dari wisma penginapan peserta PKU di Surabaya.

Beranjak dari asrama pukul 06.00 WIB dan tiba di tempat pukul 06.45 WIB. Karena acara dimulai pada pukul 08.00 WIB. Peserta PKU ditemani dosen pembimbing dan mentor bersinggah sementara di Masjid Baitul Makmur guna shalat dhuha dan persiapan-persiapan lainnya.

Kali ini, pemateri yang akan mempresentasikan makalahnya ada tiga. Pertama, Fuad Fahmi “Aspek Kemanusiaan dalam Hukuman Qishas”. Kedua, Gunawa Andi Pranata dengn judul “Tradisi Ilmu (Manifestasi Peradaban Islam”. Ketiga, Tabaroqal Roby Rintoko “Konsep Keadilan Ekonomi” Dan yang menjadi moderator adalah saudara Arif Setya Basuki.

Acara ini diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh MC dari pihak BEM MAsjid Kampus Unesa Surabaya. Lalu pembacaan ayat suci al-Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak Ketua Masjid Kampus Unesa dan Ustadz Yoke Suryadarma MPd. selaku dosen Pembimbing PKU.

Sambutan dari pihak Masjid Kampus Unesa , ia memberikan ucapan rasa syukur dan bahagia atas kedatangan PKU Unida Gontor di Unesa ini karena kedatangan tamu dengan membawa ilmu berkenaan dengan Pemikiran dan Peradaban Islam sangat jarang. Diharapkan kunjungan dam silaturahim PKU dan pihak Unesa berjalan lancar disetiap tahunnya.

Sambutan kedua, dari salah satu pembimbing PKU 13 Unida Gontor, yaitu Ustadz Yoke Suryadarma, M. Pd. Beliau mengawali dengan penyampaian ucapan salam dari para Rektor Unida Gontor untuk pihak masjid kampus beserta jajarannya. Kemudian beliau menjelaskan secara singkat tentang Program Kaderisasi Ulama di depan peserta seminar, dengan harapan nantinya dari pihak lembaga jika berniat untk mengirimkan utusannya kepada program ini akan diterima dengan syarat mau belajar bersungguh-sungguh dan untuk lainnya hanya bersifat formalitas.

Setelah itu, MC memberikan acara ini sepenuhnya kepada moderator untuk memandu acara seminar pemikiran dan peradaban islam. Fachri selaku moderator memberikan waktu 15 menit kepada setiap pemateri guna mempresentasikan makalahnya. Yang kemudian selanjutnya, diteruskan dengan tanya jawab. Setelah itu moderator memberikan waktunya kembali kepada MC.

Epilog disampaikan oleh Nofriyanto, M.Ud. Kesimpulan secara umum dari penyampaian ketiga pemakalah pemakalah telah baik menyampaikan gagasan mengenai ide-ide yang fresh dan menggugah wacana intelektual kita. penuh dsb.

Diujung acara seterah terima cinderamata dari pihak PKU ke sekolah ataupun sebaliknya. Lalu perfotoan dan penutup.

by Martin Putra Perdana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.