Di hari ketiga, pada tanggal 07 Desember 2019, Roadshow PKU angkatan ke 13 melanjutkan Seminar Nasional Pemikiran dan Peradaban Islam di Surabaya. Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, semimar kali ini dilaksanakan dan diikuti oleh sebagian rombongan Peserta PKU 13, bekerja sama dengan STIDKI Al-Rahmah yang tempatnya tidak jauh dari wisma penginapan peserta PKU di Surabaya.

Beranjak dari asrama pukul 06.00 WIB dan tiba di tempat pukul 06.45 WIB. Karena acara dimulai pada pukul 08.00 WIB. Peserta PKU ditemani dosen pembimbing dan mentor bersinggah sementara di Masjid Al-Rahmah guna shalat dhuha dan persiapan-persiapan lainnya.

Kali ini, pemateri yang akan mempresentasikan makalahnya ada dua. Pertama, Muhammad Kholid dengan judulnya “Syahrur dan Konsep Milk al Yamin (Sebuah Tinjauan Kritis)”. Kedua, Cep Gilang as-Sufi dengn judul “Metodologi Tafsir Gender ( Tinjaun Kritis atas Pemikiran Husein Muhammad)”. Dan yang menjadi moderator adalah Fachri Khoiruddin.

Acara ini diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh MC dari pihak STIDKI al-Rahmah Surabaya. Lalu pembacaan ayat suci al-Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak STIDKI al-Rahmah dan Dosen Pembimbing PKU.

Sambutan dari pihak STIDKI al-Rahmah, ia memberikan ucapan rasa syukur dan bahagia atas kedatangan PKU Unida Gontor di STIDKI al-Rahmah ini karena kedatangan tamu dengan membawa ilmu berkenaan dengan Pemikiran dan Peradaban Islam sangat jarang. Kemudian sekolah ini pernah berkunjung study tour di PMDG untk belajar bahasa arab. Beliau menambahkan visi misi sekolah ini menjadikan peserta didik menjadi penghafal al-Quran, imam masjid dan berdakwah untuk kemajuan umat islam. Dan diakhir sambutannya menganjurkan kepada para mahasiswa untuk bertanya sebagai bukti ia berfikir.

Sambutan kedua, dari salah satu pembimbing PKU 13 Unida Gontor, yaitu Nafriyanto, M.Ud. Beliau mengawali dengan penyampaian ucapan salam dari para Rektor Unida Gontor untuk STIDKI Al-Rahmah beserta jajarannya. Kemudian beliau menjelaskan secara singkat tentang Program Kaderisasi Ulama di depan mahasiswa STIDKI Al-Rahmah, dengan harapan nantinya dari pihak lembaga jika berniat untk mengirimkan utusannya kepada program ini akan diterima dengan syarat mau belajar bersungguh-sungguh dan untuk lainnya hanya bersifat formalitas.

Setelah itu, MC memberikan acara ini sepenuhnya kepada moderator untuk memandu acara seminar pemikiran dan peradaban islam. Fachri selaku moderator memberikan waktu 15 menit kepada setiap pemateri guna mempresentasikan makalahnya. Yang kemudian selanjutnya, diteruskan dengan tanya jawab. Setelah itu moderator memberikan waktunya kembali kepada MC.

Epilog disampaikan oleh Nofriyanto, M.Ud. Kesimpulan secara umum dari penyampaian kedua pemakalah berkenaan dengan problem al-qur’an. Syahrur dan Husein Muhammad memperlakukan kitab wahyu seperti teks bible karena bebas dari subjektivitas. Setiap orang bebas dalam menafsirkannya. Beliau menegaskan, padahal menjadi penafsir itu syaratnya sangat sulit. Minimal harus hafal dan faham al-qur’an secara penuh dsb.

Diujung acara seterah terima cinderamata dari pihak PKU ke sekolah ataupun sebaliknya. Lalu perfotoan dan penutup.

by Rahmat Ardi Nur Rifa Da’i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.