Sabtu, 07 Desember 2019, tepat pada pukul 06.00 WIB sebagian rombongan Peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) Gontor melanjutkan seminar pemikiran dan peradaban Islam di STAI Luqman al-Hakim (STAIL) Surabaya. Acara seminar yang berlangsung di auditorium STAIL ini dimulai tepat pada pukul 08.15 WIB dengan suasana yang sangat hangat. Sambutan pertama disampaikan oleh Dr. Mashud M.S.I (Ketua STAIL Luqman al-Hakim) dan sambutan kedua disampaikan salah satu dosen pembimbing PKU, ustadz Yoke Suryadarma, M. Pd.I (Kepala Biro Kerjasama UNIDA Gontor dan Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UNIDA Gontor).

Acara seminar yang dilaksanakan pada pagi hari ini, disampaikan oleh tiga pemateri pilihan, perwakilan dari PKU Gontor dan dimoderatori oleh saudara Ahmad Tauhid Mafaza. Pemateri pertama, Irfan Wahyu Syifa membawakan materi tentang pembelajaran dengan sistem online yang biasa disebut dengan MOOCs, dengan judul “Mendudukan Kembali Metode Pengajaran Islam di Era Disrupsi
(Studi kasus MOOCs sebagai Metode Pengajaran Utama)”. Dalam pemaparannya ia menjelaskan bahwa metode pembelajaran MOOCs ini tidak dapat dijadikan sebagai metode utama.
“Model pengajaran MOOCs yang dilahirkan dari paham Barat belum mampu sepenuhnya dijadikan sebagai metode primer dalam pengajaran.” Ujar beliau diakhir presentasinya.

Adapun pemateri kedua, Ramadani Sanjaya membawakan sebuah tema tentang ekonomi digital. Ia menulis makalahnya dengan judul “Ekonomi Islam dan Digitalisasi Ekonomi”. Dalam penjelasannya, ia menerangkan bahwa agar ekonomi digital ini menjadi sarana dalam mengembangkan ekonomi umat, maka harus memberdayakan berdasarkan ekonomi islam. Sehingga, ekonomi digital ini menjadi hal yang memberikan kemaslahatan bagi umat.

Adapun pemateri ketiga, Martin Putra Perdana membawakan materi tentang islamisasi ilmu dengan judul “Islamisasi sebagai paradigma keilmuan”. Dalam pemaparannya ia menjelaskan bahwa perkembangan keilmuan tidak pernah lepas dari kontribusi komunitas keilmuan yang mengembangkan suatu bentuk pendekatan ilmu dengan acuan pemikiran dan komitmen yg sama, sehingga melahirkan paradigma keilmuan.
“Karena paradigma adalah komitmen intelektual para ilmuwan, maka worldvriew tiap2 ilmuwan yang menjadi asas paradigma itu mempengaruhi, apakah suatu paradigma akan bertahan atau akan terganti. Oleh karena itu hadirnya paradigna yang berbasis islamisasi sangatlah memungkinkan” ujarnya di ujung presentasi.

Alhamdulillah acara seminar kali ini berlansung sangat meriah. Terlihat dari para audience yang sangat antusias memberikan berbagai macam pertanyaan kepada para pemateri. Sayangnya, waktu yang tidak terlalu panjang membatasi moderator untuk menampung semua pertanyaan yang ingin diutarakan oleh para peserta. Walau demikian hal ini menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi kami melihat antusias yang sangat luar bisa dari para peserta.

Pada akhirnya, acara ini diberikan epilog oleh salah satu mentor peserta PKU Gontor yaitu ustadz Ahmad Rizki dan ditutup dengan perfotoan bersama para dosen STAIL, pemateri, beberapa peserta PKU yang ikut mendampingi dan beberapa audince di Auditorium.

Rep.
Muhammad Nurhadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.