Oleh : Azhar Nor/ mahasiswa İstanbul Sabahattin Zaim Üniversitesi

pku.unida.gontor.ac.id- Turki negara dua benua Turki adalah negara yang membentang di dua benua, benua Eropa timur dan Asia barat. Bagian yang berada di benua eropa dikenal dengan nama thrace dan bagian yang masuk benua asia dinamakan Anatolia disebut juga asia kecil. Negeri dua benua ini juga menjadi saksi sejarah bagi beberapa kekaisaran-kekaisaran seperti yunani, romawi, Beyzantium dan kesultanan utsmaniyyah.

Dapat dilihat dari banyaknya peninggalan dan bangunan kuno sejarah yang masih terawat. Diantara peninggalannya seperti kota kuno Ephesus, Musium Hagia shopia (Ayasofya: ejaan turki), Blue mosque, Istana topkapı dan lain sebagainya.

Selain peninggalan sejarahnya, negara dua benua ini juga lagi hangat diperbincangkan oleh karena kemajuannya yang sangat pesat. Negara ini menjelma menjadi sebuah negara yang memiliki sistem pendidikan maju dan perekonomian kuat. Di mana kondisi ini membuat Turki menjadi salah satu lirikan bagi para penuntut ilmu. Terlebih bagi mereka yang ingin melanjutkan belajar di luar negeri. Alasan terkuat kenapa banyak pelajar yang mengincar Turki selain pendidikannya yang bagus, juga karena banyaknya tawaran beasiswa dari lembaga di Turki. Lembaga yang menyediakan beasiswanyapun bervariatif dari pemerintahan, lembaga wakaf, universitas umum, dan universitas swasta.

Dua tahun terakhir kuantitas pelajar Indonesia di Turki meningkat signifikan. Karena selain banyaknya beasiswa biaya kuliah jalur mandiri di sini bisa dibilang lebih murah dibandingkan negara Eropa lainnya. Living cost di Turki mungkin kurang lebih pengeluaran mahasiswa yang kuliah di Jakarta, atau bahkan lebih murah. Hal ini yang akhirnya menimbukan ketertarikan yang besar dari pelajar.

Biaya Hidup

Jika anda belajar di Eropa dengan biaya sendiri apa yang anda pikirkan? Budaya yang berbeda, makanan berbeda dan bisa jadi tidak cocok dengan lidah kita, biaya hidup yang pastinya sangat mahal. Mungkin kebanyakan orang akan berpikir seperti ini, namun berbeda halnya jika anda belajar di Turki yang letaknya berada di Eropa. Karena untuk ukuran negara maju dan berada di benua Eropa ternyata biaya hidup di Turki masih relatif terjangkau. Berdasarkan pengalaman si penulis yang saat ini juga sedang belajar di Turki.

Negara mayoritas bermadzhab imam Hanafi ini juga banyak memberikan subsidi bagi para pelajarnya. Contohnya saja subsidi student card / kartu pelajar Istanbul yang dipakai untuk pembayaran transportasi umum seperti otobüs, metrobüs, metro (kereta bawah tanah), dan tramvay. Hanya dengan mengisi 40 TL (Turkey Lira) atau sekitar 140ribu rupiah, pelajar bebas berpergian selama satu bulan menggunakan transportasi tersebut. Bahkan, pemerintah konya menggratiskan transportasi umum untuk pelajar di sana.

Adapun pengeluaran yang terbilang besar bagi pelajar Indonesia (jalur mandiri) pada biaya sewa apartment yang kisaran harganya sekitar 1200 TL – 2500 TL perbulan. Apartment Turki sendiri terbagi menjadi 2 tipe, pertama Eşyalı (Isian) yang mana didalamnya sudah tersedia properti (kasur, kulkas, kompor, dan lain sebagainya), kedua Eşyasız (kosongan) sebagaimana layaknya rumah baru yang belum ada isinya. Dan jumlah orang yang bisa menempati satu apartment juga berbeda-beda tergantung besar apartment yang disewa. Satu apartment biasanya bisa diisi 4 orang, 6 orang, dan bahkan 10 orang.

Setelah apartment faktor makan juga mempengaruhi biaya hidup pelajar. Dan rata-rata pelajar di Turki lebih sering memilih memasak makanan sendiri dibanding dengan makan makanan diluar. Selain lebih hemat, ada beberada makanan yang tidak sesuai lihat orang Indonesia. Adapun rincian makanan pokok di turki sebagai berikut :
1 Beras 2,5-4 TL / Kg
2 Minyak goreng 8-12 TL / Liter
3 Bawang puting 8-10 TL / Ikat
4 Bawang Bombai 5 TL / Kg
5 Wortel 6 TL / Kg
6 Telur 15 TL / Box
7 Ayam 14 TL / Kg
8 Kol 5 TL / Kg
9 Air Galon 12 TL
10 Roti (Ekmek) 1,25 TL
11 Ikan 12 TL / Kg
12 Tepung Terigu 3,5 TL / Kg
13 Apel 4 TL / Kg
14 Anggur 4-8 TL / Kg
15 Melon 10 TL / Kg
16 Semangka 10 TL / Biji
17 Pisang 7 TL / Kg
Nb : Data diambil dari pengamatan harga di pasar pada tahun 2018 – 2019

Total rata-rata biaya hidup perorangan sekitar 500 – 1.000 lira perbulan, sekitar Rp.1.200.000 – Rp.2.400.000 perbulan. Selain itu ada juga dari beberapa teman pelajar yang memilih untuk tinggal diasrama dan biayanya bisa lebih murah tergantung fasilitas yang disediakan.

Asrama Pemerintah Turki (KYK Kredi ve Yurtlar Kurumu) adalah asrama milik pemerintahan Turki yang disediakan untuk para pelajar dalam maupun luar negeri. Asrama KYK ini mulai membuka pendaftaran pada awal bulan oktober atau berdekatan pada awal mulanya pembelajaran di universitas. Pendaftarannya dilakukan secara online  dengan persyaratan, berstatus mahasiswa aktif, memiliki kartu izin tinggal di Turki (Pelajar luar negeri), dan memiliki paspor yang aktif. Fasilitas yang disediakan diantaranya: kasur, selimut, meja belajar, lemari, makan pagi dan malam, kamar mandi dan toilet dalam kamar. Dan untuk biaya asramanya sebesar 237-257 TL serta pembayaran diposit diawal masuk sekitar 220-230 TL.

Jalur perkuliahan di Turki

A. Beasiswa YTB (Turkey Bursları)
Beasiswa YTB (Turkey Bursları) adalah beasiswa yang diberikan pemerintah Turki kepada para pelajar dari berbagai negara dalam dunia pendidikan dari sarjana (S1), Master (S2), Doktoral (S3), hingga Researcher / Peneliti. Beasiswa YTB menjadi beasiswa yang paling diminati dan menjadi incaran pelajar karena beasiswanya yang menanggung semua kebutuhan selama masa belajar di Turki (Fully Funded). Selain menanggung semua kebutuhan pelajar, beasiswa ini juga tidak mensyaratkan harus menguasai bahasa khusus seperti Turki, Inggris, atau arab. langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendaftar beasiswa ini, sebagai berikut :
1. Membuat akun pada wibsite resmi YTB (https://turkiyeburslari.gov.tr)
2. Mengisi data dan menggungah (Upload) dokument yang diminta, seperti:
a. Ijazah atau surat keterangan lulus
b. Transkrip Nilai atau rapot
c. Rekomendasi dari tokoh (Rektor, Dosen, Guru, atau tempat kerja)
d. Paspor
e. Letter of intent (motivation letter)
f. Sertifikat-sertifikat ( organisasi, prestasi, pengalaman kerja)
g. Sertifikat bahasa (tambahan)
Nb. (Dokument inti seperti poin a, b, c, d, e, dan g diterjemahkan kedalam bahasa inggris / turki)

3. Menunggu panggilan interview dari pihak YTB
Interview adalah poin yang sangat penting dalam penerimaan beasiswa. Maka, saat inilah waktu yang tepat untuk mempresentasikan diri, menunjukkan potensi, dan memberikan kesan yang baik kepada penginterview.

4. Menuggu hasil interview (Do’a dan Tawakkal)
Pengumuman penerimaan beasiswa biasanya di umumkan setelah 2-3 bulan setelah masa seleksi.
Sebagai tambahan tips dari penulis dalam persiapan interview, yaitu: Menjaga akhlak dan sopan santun kita, membawa semua dokument yang diminta, Ketahui wadah interview dan jangan sampai datang terlambat, Perkenalkan diri secara singkat jika diminta, dan juga tentang keluarga anda, menjalin komunikasi interaktif dengan penginterview selama interview karena biasanya mereka tertarik dengan apa yang kita rencana setelah lulus dan apa pengalaman kita selama ini, dan Pelajari hal-hal tentang Turki karena tidak jarang mereka yang akan menanyakan pendapat kita tentang Turki.

B. Beasiswa TDV (Türkiye diyanet Vakfi)
Beasiswa TDV (Türkiye diyanet Vakfi) merupakan beasiswa yg diberikan oleh Turkiye Diyanet Foundation. Dan perlu diketahui Turkiye diyanet foundation adalah lembaga keagamaan non pemerintah yg didirikan oleh Menteri agama pada tanggal 13 maret 1975. Beasiswa ini diperuntukan untuk jenjang SMA Imam Hatip dan sarjana (S1) jurusan ilahiyat (agama). Pendaftaran beasiswa TDV mulai dibuka awal pada bulan Maret – April yang bisa di lihat pada link https://tdv.org/tr-TR.

Tidak jauh beda dengan beasiswa YTB, beasiswa TDV juga beasiswa yang menanggung penuh (Fully Funded) keperluan disaat masa belajar bagi yang mendapatkan beasiswanya. Persyaratan berkas/dokumen yang diperlukan hampir mirip dengan beasiswa YTB, kecuali ada satu tambahan berkas, yaitu surat keterangan sehat dari Puskesmas/Rumah sakit. Pendaftaran dilakukan secara online dari aplikasi yang sudah disediakan. Untuk kouta penerimaan setiap tahunnya berubah-ubah. Contohnya pada tahun 2016 yang diterima sebanyak 4 orang, tahun 2017 yang diterima 7 orang, dan pada tahun 2018 kemaren 7 orang. http://www.turkishspirits.org/2016/10/pengalaman-beasiswa-turkiyediyanet.html

C. Jalur Mandiri
Selain jalur beasiswa ada juga pelajar Indonesia yang belajar di Turki menggunakan biaya pribadi (mandiri). karena sejak dua tahun terakhir terjadi peningkatan minat belajar ke Turki melalu jalur mandiri yang mana awalnya hanya belasan menjadi puluhan dan bahkan sekarang mencapai ratusan pelajar Indonesia. Adapun cara untuk mendaftar melalui jalur mandiri dibagi dalam 2 cara :

1. Mengikuti ujian YÖS (Yabancı Öğrencı Sınavı)
Adalah ujian bagi pelajar asing yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Turki. Hasil ujian ini dapat digunakan untuk syarat administratif pendaftaran. http://yos.istanbul.edu.tr

2. Pengumpulan berkas
Jalur pemberkasan adalah pendaftaran masuk kampus yang dilakukan melaui pemberkasan. Dan berkas yang diminta pun bervariatif tergantung kampus yang dituju. Namun secara umumnya berkas yang diminta diantaranya: Ijazah, Transkrip Nilai, Paspor, Sertifikat Bahasa (Toefl/Toafl/Ielts), foto biometric, surat rekomendasi (2 buah), dan surat keterangan sehat.

Berikut daftar nama-nama universitas yang membuka pendaftaran melalui jalur pemberkasan :
a. İstanbul Sabahattin Zaim Üniversitesi
https://apply.izu.edu.tr/application/edit/id/13744#/motivation
b. İbnu Haldun Üniversitesi
https://apply.umran.ihu.edu.tr
c. Fatih Siltan Mehmet Vakfi Üniversitesi
http://apply.fsm.edu.tr/
d. Bahçeşehir Üniversitesi
https://international.bahcesehir.edu.izu.tr
e. Sakarya Üniversitesi
http://studyinsau.sakarya.edu.tr
f. Bursa Uludağ Üniversitesi
https://uludag.edu.tr/
g. Karabük Üniversitesi
https://www.karabuk.edu.tr/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.