pku.unida.gontor.ac.id- Selasa, 26 November 2019, Seminar Keislaman bertemakan ‘Problem Term Radikalisme Stigmatisasi Agama Islam’ telah berlangsung secara kondusif. Kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini diadakan di ruang seminar dome lantai satu UMPO. Acara berlangsung mulai dari pukul 08.00 WIB hingga menjelang waktu shalat Dhuhur.

Seminar dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III, Dr. Bambang Widiyahseno, M. Si. Serta diramaikan oleh lebih dari 100 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan peserta PKU XIII.

Seminar kali ini diisi oleh dua peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) angkatan XIII. Pemateri pertama, Achmad Said Arwani, mempresentasikan makalah berjudul ‘Problem Terminologi Radikal: Stigmatisasi Agama Islam’. Mengungkap adanya permasalahan dalam penggunanaan istilah radikal serta penyemataannya kepada satu Agama tertentu.

“Penyematan kata radikal pada Islam patut dicurigai sebagai upaya sekularisasi yang berujung pada semakin menjauhnya umat Islam dari ajaran agamanya sendiri.” Tegasnya.

Selanjutnya presenter kedua, Fauzan Adzima, mengangkat judul ‘Konsep Kafir Dalam Tiga Agama Besar (Yahudi, Kristen, dan Islam)’. Memaparkan bahwa setiap Agama memiliki konsep kafir, meski dengan istilah yang berbeda-beda. Salah satunya adalah istilah “kafir” yang dimiliki Islam.

“Dewasa ini umat Islam sering disudutkan dengan stigma intoleran karena memberi istilah kafir kepada orang di luar Agama Islam. Padahal istilah kafir itu sendiri lebih toleran ketimbang ‘non muslim’. Sebab secara makna kata non muslim itu bearti ‘tidak ada keselamatan’. Sedangkan kata ‘kafir’ hanya bermakna ‘ingkar’ atau tidak percaya dengan kebenaran Islam.” Demikian papar beliau.

Seminar ini mendapatkan respon baik dari para audience. Beberapa diantara mereka mengajukan pertanyaan untuk membuka diskusi. Setelah sesi tanya-jawab ditutup, kegiatan epik ini diakhiri dengan epilog dari salah satu dosen pembimbing Program Kaderisasi Ulama UNIDA Gontor.[]

Rep. Ahmad Tauhid M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.