pku.unida.gontor.ac.id –  1000 lebih mahasiswi UNIDA Gontor Putri mengikuti acara Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam pada Jum’at (26/02/2021) atas kerjasama Dewan Mahasiswa Gontor Putri dan Program Kaderisasi Ulama (PKU) UNIDA Gontor di Aula UNIDA Gontor Putri Mantingan-Ngawi Jawa Timur. Para peserta terlihat antusias dan bersemangat mendengar pemaparan dari kedua pemateri.

Acara di mulai pada pukul 20.30 WIB, diawali sambutan dari Dr. Nurhadi Ihsan MIRKH, selaku Wakil Pengasuh Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri, dilanjutkan dengan prolog Ust Nofriyanto M.Ag sebagai pembimbing PKU Gontor.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Jumarni dengan judul “Sexual Consent dan Problem Konsep Kebebasan”, ia memaparkan bahwa pada saat ini Sexual Consent digaungkan oleh kalangan feminis sebagai bagian dari kebebasan untuk melegitimasi adanya hubungan di luar nikah dengan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Hal ini  disebabkan karena mereka tidak bisa membedakan antara kewajiban dan hak. Sehingga arti dari keduanya tertukar.

“Apakah Sexual Cosent ini yang dinamakan kebebasan?” selain itu ketika suami meminta kepada istrinya untuk dilayani, akan tetapi istrinya menolak, kemudian suaminya memaksa, maka suami tersebut bisa di laporkan ke polisi karena termasuk kekerasan dalam rumah tangga, padahal hubungan suami-istri adalah halal dan juga kewajiban seorang istri untuk melayani suaminya. Sedangkan dalam Sexual Consent, tidak ada ikatan pernikahan, cukup dengan kesepakatan dari kedua belah pihak, dan tidak ada paksaan, maka di perbolehakan. Oleh karena itu konsep ini, sangat bermasalah karena menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.”  kata Jumarni memperingatkan peserta tentang problematika Sexual Consent.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Alniatul Fadilah dengan judul “Materialisme dan Krisis Ekologi : Kritik atas Kosmologi Sains Modern”, ia menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada alam saat ini karena alam dipandang sebagai investasi yang selalu di ambil manfaatnya tanpa memikirkan dampaknya. Terbukti dengan banyaknya sampah menumpuk baik di darat dan laut. Selain itu adanya penebangan hutan secara berlebih berdampak ketika hujan, air kurang diserap dan akhirnya menyebabkan banjir.

BACA JUGA: Kesetaraan Gender di Indonesia

“Lantas bagaimana cara kita dalam mengambil manfaat alam? Maka yang pertama kali kita lakukan adalah memperbaiki cara pandang kita kepada alam. bahwa alam merupakan ciptaan Allah yang kita harus jaga, boleh mengambil manfaat akan tetapi dengan cara yang tidak merusak dan melakukan perawatan terhadap alam, ujar Alniyatul. Kemudian ia berpesan bagaimana kita menjaga alam, agar manfaatnya bisa kita ambil tanpa merusak alam” terang Alniatul.

Setelah pemaparan kedua selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dalam sesi ini, seorang mahasiswi dari Fakultas Ekonomi Syariah, menanyakan bagaimana menyingkapi terhadap oknum yang menyuarakan gerakan feminis muslimah, dimana mereka mengaku muslimah dan mendukung feminis. Dari pertanyaan ini, Jumarni menekankan bahwa Islam tidak mengenal feminis dan feminis itu bertentangan dengan Islam, maka tidak pantas bagi seorang mengaku Muslimah mendukung feminis.

Pertanyaan lain ditujukan kepada Alniatul, yakni bagaimana kontribusi dan cara kita menanggulangi kerusakan alam pada saat ini. Kemudian Alniatul menegaskan, bahwa yang pertama kali kita lakukan adalah memperbaiki cara pandang kita terhadap alam. Dengan cara mengurangi konsumsi-konsumsi yang menimbulkan sampah misalnya seperti sampah elektronik, plastik, dan lain-lain.

Setelah sesi tanya jawab usai acara ditutup dengan epilog oleh Ust Nofriyanto, M.Ag. Beliau berpesan sebelum menikah hendaknya kita harus khatam bab nikah dalam fikih terlebih dahulu, agar bisa membedakan antara kewajiban dan hak. Kemudian beliau memperingatkan kepada peserta agar tidak mudah terbawa perasaan dan selalu menebar pesona

“laki-laki jangan suka tebar pesona, dan perempuan jangan suka baperan, karena kalo ini terjadi maka disitulah setan masuk” ujar beliau.

Selanjutnya acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan sesi foto bersama. Hingga akhir acara berjalan dengan baik dan kondusif.

Reporter: Rahmat Ramadhani Arsyad

Editor: Ade Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.