SIMAN-Pada hari Rabu, 10 September 2019 Peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) ke-13 menggelar diskusi bahasa Arab rutin di teras peradaban PKU. Agenda bertujuan untuk meningkatkan kemampuan intelektual dalam wawasan bahasa. Diskusi ini merupakan diskusi yang menarik, karena dikuti oleh seluruh peserta PKU. Diskusi pada kali ini mengambil tema tentang pemerintahan Turki. al-Ustadz Gunawan Adi Pranata sebagai pemateri menjelaskan dengan detail mengenai isu-isu yang terjadi di pemerintahan Turki saat itu.

Dalam pemaparanya, al-Ustadz Gunawan mengambil isu tentang konflik internal yang terjadi di pemerintahan Turki. Dimana Ahmet David Uglu yang merupakan mantan Mentri luar negri Turki berupaya untuk mengkritik partai politik keadilan dan pembangunan (AK) yang merupakan suksesor Presiden Erdogan (Presiden Turki saat ini). Menurutnya, pemerintahan yang dibawahi oleh Erdogan telah gagal dalam menyampaikan dan menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat Turki. Hal ini bukan sekedar pendapatnya semata, ini merupakan riset yang dikakukanya selama bertahun-tahun mengenai terorisme dan fundamentalisme. Uglu berpendapat bahwa pemerintahan Turki sat ini (era Erdogan) telah terpapar dengan paham terorisme yang berbahaya.

Baca Juga: Kuliah Hermeneutika bersama Dr. Syamsuddin Arif

 

“Tuduhan mengenai sikap fundamental pemerintahan Erdogan sendiri bermula dari sikapnya yang kasar dengan oposisinya (terutama ketika pemilu berlangsung). Dimana orang-orang yang tidak setuju dangan pemerintahannya akan dilibas habis dan dinggap teroris.  Padahal, David Uglu sendiri sebenarnya merupakan orang penting yang mengisi kepemimpinan di partai AK sebagai susksesor Erdogan untuk menjadi Presiden Turki. Bahkan Uglu pernah menjadi  Mentri pada masa pemerintahan Erdogan.” Tutur al-Ustadz Gunawan

Kekecewaan yang mendasari kritikan Uglu juga dikarenakan partai AK ini yang merupakan partai kuat yang ada di Turki untuk pertama kalinya dalam sepermpat abad berjalan merupakan partai kuat yang kehilangan suaranya di ibukota (Ankara). Partai AK sendiri telah memenangkan setiap pemilu semenjak tahun 2002. Hal ini juga disebabkan banyaknya media pemerintahan yang dikendalikan pendukung Erdogan. Bahkan sejumlah kritikus berpendapat bahwa kubu oposisi yang sedang berkampanye saat itu dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan.

Partai Rakyat Demokrasi (HDP) yang pro-Kurdi, mengatakan pemilihan umum saat itu dilakukan secara tidak adil dan menolak menempatkan sejumlah kandidat di sejumlah kota. Bahkan para pimpinannya banyak yang dipenjara akibat dakwaan terorisme, tuduhan yang mereka tolak. Dengan begitu kekuatan parta AK yang membekengi Erdogan semakin superior dan cenderung otoriter.

Diskusi berjalan secara seksama dan dalam tempo yang berirama, dikarenakan topik yang diangkat mengenai pemerintahan. Banyak para peserta diskusi yang antusias, dan bertanya-tanya yang semakin mambuat diskusi semarak. Banyak tanggapan dan masukan dari perserta diskusi; terutama dari al-Ustadz Tabaroq, al-Ustadz Muhammad Kholid, al-Ustadz Fuad Fahmi dan al-Ustadz Ilham Maulana.

Tidak hanya dilatih dengan diskusi, para peserta PKU juga belajar untuk memahami, membaca, dan menjelaskan makalah dengan bahasa Arab. Kegiatan seperti sangat perlu untuk diadakan guna meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Arab secara efektif dan efisien. Dimulai dari diskusi seperti ini, diharapkan nantinya para peserta PKU tidak hanya menjadi ulama yang fokus di bidang agama saja, tapi juga ulama yang mampu menguasai bahasa asing dengan baik, mengetahui sekelumit permasalahan di masyarakat, serta mampu memberikan solusinya.

Rep. Martin Putra Perdana
Ed. Admin pku

One Thought on “Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Arab: Peserta PKU XIII Menggelar Diskusi Rutin”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.