pku.unida.gontor.ac.id-Pada hari Kamis  pagi (12/09/19)  di Hall Hotel UNIDA Gontor, pertama kalinya  ustadz khoirul Umam selaku Direktur Program Kaderisasi Ulama (PKU), mengisi kuliah kepada peserta PKU, dalam rangka untuk mengecek persiapan makalah akhir.

Pembicaraan Beliau diawali dengan pentingnya dalam memeperhatikan waktu, untuk lebih memanfaatkannya, Beliau mengatakan: “Sekarang kita sudah memasuki bulan ketiga (dari awal pertama masuk di PKU) Dzulqa’dah, Dzulhijjah  kemudian Muharam.  Tantangan pemikiran sudah lengkap (perkuliahan tentang pemikiran), sehingga harapannya antum punya masalah-masalah dalam konteks  pemikiran, dan menjawab melalui sebuah karya ilmiah, bahasa Ustadz Hamid itu, hari-hari ini sudah tidak sempet untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting lagi, bahkan tidurnya saja menjadi berkurang”.

Dalam berkehidupan di asrama PKU diharapkan para peserta PKU untuk saling berbagi ilmunya satu sama lain, harus ada inisiatif untuk mengadakan kajian turats, yang diantara teman-temen ini mempunyai kelebihan di Turats atau di bidang bahasa, perlu saling berbagai saling belajar, Begitu ucapnya.

Adapun langkah-langkah dalam menulis makalah, tegasnya “Perlu penguatan-penguatan dalam menulis dan mengerti permasalahan yang ingin dibahas, baca-baca buku, dalam mencari topik pembahasan, dan harus konsisten terhadap topik. Sehingga bener-bener paham dan refrensitatif. dan ketika merujuk pada refrensi harus menggunakan buku pokok, jangan mengutip dari blogspot atau yang lainnya. dan juga harus lebih memahami mengenai apa yang mau dijelaskan, apakah menjelaskan dari segi konsep,  kritik, atau counter.

Dalam menulis makalah harus memiliki tujuan, apa tujuannya? tujuannya dengan selesainya makalah ini dapat memberikan pemahaman, bahwa syari’at islam itu sempurna dan membawa mashalat kepada umat. Islam itu agama yang benar, itulah tujuannya penelitian ini. Begitulah tegasnya.

Kemudian beliau berkata: “Saya tertarik dengan tulisan Prof Alparslan dalam bukunya Islamic Science, dalam bukunya, Ada tiga 3 elemen yang mempengaruhi manusia, pertama aktifitas manusia, kedua, Kondisi-kondisi  lingkungan psikologi  yang mempengaruhi, tapi yang paling penting itu elemen yang pertama tadi itu yaitu yang beliau sebut dengan mental framework, atau kerangka mental, disitulah manusia mempersepsikan langkah-langkah yang akan dilakukan, aktifitas yang akan dilakukan. Kalau dicontohkan itu misalkan ada dua orang anak katakanlah Anton dan Ahmad dua-duanya ketahuan menyontek, sama gurunya dipanggil, Anton kenapa kamu menyontek? Kemudian Anton menjawab: kenapa pak Guru? bukannya menyontek itu adalah sebuah cara untuk kita sukses, Bapak saya selalu mengajarkan hidup ini tidak akan berhasil kalo kamu tidak bisa menipu orang lain. Ini masalah di mental framework. Tapi yang ahmad di tanya sama gurunya: kenpa kamu menyontek? Jawab Ahmad: maaf ustadz saya khilaf, tadi malam saya nggk belajar. Nah yang ini dia tidak masalah di frame worknya tapi maslah di kondisi-kondisi lingkungannya. Lingkungannya diperbaiki Insya allah aman, tapi kalo masalah yang tadi itu perlu diskusi panjang gurunya. Ini yang sedang antum selesaikan, antum disini yang akan mengubah mental  framework mereka yang berada di masyarkat, ini tugas antum dalam mengubah frame work yang bermasalah”.

Kemudian pada pembicaraan akhir, beliau berpesan, “Makalah-makalah Antum itu tujuannya untuk bisa mempengaruhi framework masyarakat untuk lebih yakin lagi atas keimanannya dan atas Syariat Islam. Dan kita berharap penuh kepada kalian untuk menjadi Ulama yang bisa menjawab permasalahan-permsalahan kontemporer yang sekarang ini”. Ujar Dr. Umam.

Rep. Fuad Fahmi
Ed. Admin PKU

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.