pku.unida.gontor.ac.id- Jum’at (13/9/19) peserta PKU XIII mempunyai agenda unik dari hari sebelumnya. Berawal dari obrolan ringan sehingga tercetuslah ide untuk refreshing atau istilah lainnya Jum’ah Ukhuwwah. Agenda di hari sayyidul ayyam ini, PKU mengadakan Tadabur alam yang bertujuan tidak lain hanya untuk memperkuat ukhuwah antar peserta PKU.

“Selain dituntut untuk meningkatkan spritualitas dan intelektualitas, peserta PKU juga dituntut untuk bisa memperkuat ukhuwah antar sesama. Karena akan tercipta united power sebagai bekal untuk konsolidasi dakwah di masyarakat nantinya.” Ujar Tabarokal sebagai koordinator acara ini.

BACA JUGA: Bedah Disertasi Abdul Aziz “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non-Marital”

Atas izin dari Direktur Eksekutif PKU Ust. Khoirul Umam, para peserta bersama-sama berangkat pada pagi hari untuk olahraga renang di Tirta Husada Ngebel. Sebelum keberangakatan para peserta PKU tetap melakukan rutinitasnya yaitu Tahsin Qiro’ah yang diampu oleh Ustadz Faizin Sholeh.

“Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam itu mengundang canda tawa dan terasa lebih hangat setelah kami menikmati pemandian air panas di dalam tempat renang tersebut. Pada pukul 10.00 kami menyudahi kegiatan itu dengan mengeringkan badan sambil menikmati beberapa makanan ringan sebelum menuju tempat persinggahan berikutnya” tutur Shofwan, selaku ketua PKU XIII.

“Sebelum sholat Jumat, kami singgah di objek wisata Telaga Ngebel yang tidak jauh dari tempat renang. Sambil menikmati pemandangan asri dari telaga, kami tidak lepas dari kebiasaan kami sebagai calon ulama, yaitu berdikusi seputar isu-isu keummatan.” jelas Syamsul Badi’, salah satu peserta PKU
Diskusi singkat sebelum menunaikan ibadah shalat jumat itu menjadi lebih enjoy karena dilengkapi dengan gorengan dan minuman yang dibeli di warung-warung yang tersedia disekitar tempat wisata kota Reog ini.

Baca Juga: Tanggapan Dr. Hamid Fahmy Soal Disertasi Seks Di Luar Nikah

Agenda jum’ah ukhuwah ini berakhir dengan shalat jumat berjama’ah di salah satu masjid yang tidak jauh dari telaga Ngebel. Beginilah mereka dididik oleh para asatidz dan dosen dalam menggunakan waktu kosong, agar mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat.
Meskipun hari Jum’at ini libur dari perkuliahan dan penugasan, mereka tetap mengisinya dengan hal-hal yang kreatif dan bermamfaat. Ini sesuai dengan perkatan KH. Imam Zarkasyi “الراحة في تبادل الأعمال، وحقيقة الراحة هي في الجنّة”, “Istirahat itu dalam pergantian pekerjaan, dan istirahat yang sesungguhnya adalah di dalam surga.[]

Rep. Said Arwani
Ed. Admin PKU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.